FCE 2026 Catat 65.200 Pengunjung, Transaksi UMKM Tembus Rp609 Juta
- 07 Okt 2026 07:38 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Selama tiga hari pelaksanaan, Flobamorata Creative Expo (FCE) pada 2–4 Oktober 2026 di Lippo Plaza Kupang FCE 2026 mencatat total pengunjung sebanyak 65.200 kunjungan. Jumlah tersebut terdiri atas 59.900 kunjungan pada area dalam Lippo Plaza berdasarkan data manajemen Lippo Mall dan 5.300 kunjungan pada area luar berdasarkan data Event Organizer.
Informasi yang dihimpun rri melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut, capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menikmati produk UMKM, ekonomi kreatif, serta berbagai rangkaian edukasi dan hiburan yang diselenggarakan selama FCE 2026. Bank Indonesia menyebut juga bahwa, dari sisi ekonomi, FCE 2026 membukukan total penjualan UMKM sebesar Rp609.892.308 dan menghasilkan Letter of Intent (LoI) melalui business matching ekspor senilai sekitar Rp27 miliar per tahun.
Salah satu tindak lanjut konkret yang menjadi bagian dari rangkaian FCE adalah kesepakatan ekspor kakao antara koperasi petani kakao di Kabupaten Sikka dengan buyer asal Australia, dengan pengiriman awal sebanyak 20 ton kakao senilai sekitar Rp1,1 miliar. Semangat kepedulian sosial dalam FCE 2026 turut menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.
Saat pelaksanaan opening ceremony, Sabtu, 3 Oktober 2026 di Lippo Plaza, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti secara simbolis memberikan donasi kepada Gubernur NTT melalui dukungan berupa kebutuhan pangan, obat-obatan, tempat tinggal sementara, hingga dukungan keberlanjutan kegiatan belajar anak-anak. Bantuan tersebut diterima langsung Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Dukungan pemulihan juga akan dilanjutkan melalui penyediaan fasilitas sanitasi, akses air bersih, serta sarana pembelajaran. Selain dukungan tersebut, selama pelaksanaan FCE 2026 juga dihimpun tambahan donasi bagi masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores.
Kontribusi dari penjualan UMKM selama tiga hari, donasi melalui kanal QRIS ChariTree, serta kegiatan lelang tenun menghasilkan tambahan donasi dengan total nilai sebesar Rp29.099.266 untuk mendukung pemulihan masyarakat Flores. Rangkaian FCE 2026 menegaskan komitmen KPw BI NTT untuk terus mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, pelestarian budaya, hilirisasi komoditas, digitalisasi, serta penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Pada sektor wastra, kopi, dan kuliner, berbagai kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk, nilai tambah, serta kesiapan pelaku usaha dalam menjangkau pasar yang lebih luas. KPw BI NTT menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, kementerian/lembaga, Dekranasda, OJK, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, narasumber, juri, pelaku UMKM, Event Organizer, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan FCE 2026.
Sinergi tersebut diharapkan terus menghasilkan program yang berdampak, inklusif, terintegrasi, dan sinergis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur yang berkelanjutan.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena mengapresiasi transformasi Exotic Tenun Fest menjadi Flobamorata Creative Expo sebagai langkah strategis untuk memperluas potensi ekonomi kreatif daerah. Dalam sambutannya, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya menghadirkan produk atau pameran, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat identitas budaya, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
| Baca juga: Tim SAR Temukan Korban Hilang di Rote Ndao |
Pemerintah Provinsi NTT juga mendorong FCE menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, serta mempercepat transformasi ekonomi daerah berbasis kreativitas dan inovasi. Pengembangan produk unggulan perlu terus didorong agar memiliki kualitas dan daya saing pasar yang semakin kuat, sekaligus mendukung penguatan wisata budaya dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Sedangkan, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa, FCE 2026 menjadi ruang strategis untuk mengembangkan potensi unggulan NTT sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dan penciptaan lapangan kerja. Destry Damayanti menyampaikan bahwa kekayaan NTT tidak hanya tercermin dari tenun, tetapi juga kopi, kelor, kuliner, dan berbagai produk kreatif lainnya yang merepresentasikan potensi daerah secara utuh.
Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dilakukan melalui pendekatan ekonomi kerakyatan, salah satunya melalui pengembangan UMKM. Untuk itu, Bank Indonesia senantiasa menjalin sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mendorong ekonomi kerakyatan demi perekonomian yang tumbuh dan berdaya tahan. (rls/bintt/at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....