Sektor Pariwisata Flores Kembali Dibuka Pasca Gempa Bumi

  • 14 Sep 2026 14:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Aktivitas pariwisata di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, mulai kembali bergeliat setelah sebelumnya terdampak bencana gempa bumi. Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTT, Victor Pance, S.Pd. saat diwawancarai RRI Kupang, Senin, 14 September 2026 mengatakan seluruh destinasi wisata di Flores kini kembali dibuka seiring berakhirnya masa tanggap darurat bencana.

Sebelumnya, penghentian sementara aktivitas pariwisata dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan. "Semua destinasi daerah Flores ditutup kecuali Taman Nasional Komodo yang tetap dibuka secara normal bagi wisatawan," kata Victor.

Bencana gempa bumi turut berdampak terhadap sektor pariwisata, terutama pada penurunan hingga pembatalan kunjungan wisatawan. "Para tamu mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan diri mereka sehingga memutuskan untuk membatalkan paket kunjungan wisata," ujarnya.

Kini, pencabutan status tanggap darurat oleh pemerintah menjadi momentum pemulihan aktivitas pariwisata di Flores. "Secara umum status darurat sudah dicabut dan semua destinasi wisata di Flores telah dibuka kembali untuk pengunjung," ucapnya.

HPI NTT memastikan destinasi wisata unggulan di Flores tidak mengalami kerusakan fisik akibat gempa sehingga tetap aman dikunjungi wisatawan. "Destinasi wisata unggulan Flores tidak mengalami kerusakan bangunan sehingga dipastikan sangat aman serta nyaman untuk dikunjungi," jelasnya.

Victor mengatakan pemulihan sektor pariwisata membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah. "Kerjasama lintas sektor harus diperkuat lagi antara pemerintah dan pelaku pariwisata untuk membangun langkah pemulihan yang produktif," ujarnya.

Selain pemulihan destinasi, peningkatan kapasitas masyarakat dan pemandu wisata dalam menghadapi potensi bencana juga dinilai penting. "Pelatihan mitigasi bencana sangat penting agar masyarakat dan pemandu wisata memiliki pengetahuan menyeluruh dalam mengantisipasi kedaruratan," katanya, mengakhiri. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....