Puskesmas Kembali Aktif, Layanan Kesehatan Penyintas Gempa Diperkuat

  • 01 Okt 2026 16:59 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Layanan kesehatan bagi penyintas gempa Flores di Kabupaten Manggarai Timur mulai memasuki tahap penguatan fasilitas lokal, seiring kembali aktifnya sejumlah puskesmas di Kecamatan Reo dan Lamba Leda Utara.

Officer Respons Darurat Kesehatan LKC Dompet Dhuafa NTT, Muhlisnah Usman, mengatakan aktivitas puskesmas dan pos pelayanan kesehatan mulai berjalan kembali setelah sebelumnya sejumlah fasilitas kesehatan terdampak dan tidak dapat beroperasi secara normal.

“Untuk laporan sekarang, pas kita turun juga memang ter-update dengan dinas kesehatan dan puskesmas setempat. Puskesmas atau posyandu itu sudah mulai aktif kembali,” ujar Lisma.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pola pelayanan relawan mulai bergeser. Tim LKC Dompet Dhuafa kini tidak lagi menjadi satu-satunya tumpuan layanan kesehatan, tetapi bergerak melengkapi pelayanan puskesmas dengan menyasar titik-titik pengungsian yang belum terjangkau.

“Kami saat ini juga ada layanan, tapi kami bergantian. Misalnya hari ini kami ke daerah dusun tertentu yang belum pernah terjangkau. Kami juga dari tim Dompet Dhuafa bawa obat, puskesmas juga bawa obat, kami saling melengkapi,” katanya.

Lisma menjelaskan, selama masa tanggap darurat, tim kesehatan bergerak secara mobile karena kondisi geografis Manggarai Timur yang berbukit dan berlembah membuat sejumlah dusun sulit menjangkau pos pelayanan kesehatan.

“Jujur medannya Flores, khususnya Manggarai Timur, bergunung dan lembah. Jadi satu dusun ke dusun lainnya itu jauh dan tidak bisa masyarakat datang ke posko. Kami mobil setiap hari pagi sekitar jam delapan, pulang malam,” ucapnya.

Dalam pelayanan di pengungsian, keluhan kesehatan yang banyak ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan atas, demam, batuk, pilek, nyeri badan, gangguan pencernaan, serta penyakit kronis pada kelompok rentan seperti hipertensi, diabetes, dan asma.

Kelompok lansia dengan penyakit kronis kini diarahkan untuk melanjutkan pengobatan rutin melalui puskesmas. “Kita kembalikan ke puskesmas, kita edukasi dan komunikasi dengan pihak puskesmas untuk melanjutkan obat rutinnya karena memang harus lanjut pengobatan rutin per bulannya,” kata Lisma.

Sementara untuk bayi dan balita, LKC Dompet Dhuafa mengaktifkan dapur Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) untuk membantu menjaga asupan gizi selama berada di pengungsian. Layanan tersebut juga mencakup ibu hamil yang membutuhkan pendampingan dan rujukan.

Lisma menambahkan, kebutuhan air bersih dan sanitasi masih menjadi perhatian dalam proses pemulihan. LKC Dompet Dhuafa turut mendistribusikan air bersih serta membangun fasilitas MCK darurat di sejumlah lokasi terdampak.

“Untuk saat ini masih menjadi catatan untuk fasilitas itu. Ketersediaan air bersih memang saat kita di sana kekurangan air bersih dan sanitasi, khususnya MCK,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelayanan kesehatan pascagempa dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, BPBD, BNPB, kepolisian, serta organisasi kemanusiaan lainnya. Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar layanan darurat dapat diteruskan oleh fasilitas kesehatan setempat. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....