Pemerintah Wajib Lindungi Mental Nakes Korban Gempa

  • 24 Agt 2026 15:36 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Nagekeo - Tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban sekaligus tetap bertugas di tengah bencana gempa Flores membutuhkan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan mental. Pemerintah dinilai perlu memastikan para nakes terdampak mendapatkan dukungan psikososial sekaligus penyesuaian beban kerja agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.

Hal itu disampaikan Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuventus Tukung, saat 19 tenaga kesehatan yang tergabung dalam Relawan Kemanusiaan Gempa Flores memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial kepada para nakes di Puskesmas Kota Nagekeo, Senin 24 Agustus 2026. Sebanyak 19 relawan tersebut berasal dari RS Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT, serta Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Puskesmas Kapan, Timor Tengah Selatan.

Yuventus mengatakan, para nakes di wilayah terdampak menghadapi tekanan berlapis. Mereka tidak hanya menjadi korban bencana, tetapi juga dituntut tetap menjalankan tugas profesional untuk menangani masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

“Teman-teman nakes di wilayah terdampak mengalami tingkat stres tinggi. Satu sisi sebagai korban terdampak langsung, di sisi lain mereka harus tetap menjalankan kewajiban profesinya untuk merawat para korban,” katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut karena dapat memengaruhi kualitas pelayanan medis kepada masyarakat terdampak. Karena itu, Yuventus mendorong pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat mengambil kebijakan taktis, termasuk memberikan kelonggaran jam kerja bagi nakes yang turut menjadi korban bencana.

“Kebijakan ini bisa dilakukan jika pemerintah pusat mengirimkan lebih banyak tenaga kesehatan untuk ditempatkan di puskesmas dan titik-titik terdampak,” ujarnya.

Ajarkan Teknik Kelola Stres

Ketua Tim Dukungan Kesehatan Jiwa Psikososial (DKJPS), Imakulata Bete, S.Kep., Ns, mengatakan nakes yang menyaksikan dan terlibat langsung dalam situasi kebencanaan rentan mengalami kelelahan emosional. Kondisi tersebut, kata dia, dapat berdampak terhadap kesehatan mental apabila tidak ditangani secara tepat.

“Penting mengajarkan kepada mereka teknik-teknik manajemen stres agar tetap bisa menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik di tengah suasana kebencanaan,” katanya. Dalam pendampingan tersebut, para nakes diberikan sejumlah teknik untuk mengelola tekanan psikologis, antara lain pernapasan dalam, relaksasi otot progresif, imagery, grounding, dan butterfly hug.

Selain memberikan pendampingan kesehatan jiwa dan psikososial, Relawan Pemuda Katolik juga diterjunkan ke sejumlah posko pengungsian serta membantu aktivitas dapur umum. Yuventus mengatakan, relawan dibagi dalam empat tim kerja yang disebar ke beberapa lokasi. Pemuda Katolik Komda NTT juga membuka ruang bagi relawan lain yang ingin bergabung dalam aksi kemanusiaan membantu korban gempa Flores. (As)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....