Produksi Padi Meningkat, Kesejahteraan Petani Sulamanda Ikut Terdorong

  • 22 Sep 2026 16:37 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Peningkatan produksi padi mulai dirasakan Kelompok Tani Sulamanda, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Peningkatan hasil produksi tersebut tidak hanya mendorong ketahanan pangan, tetapi juga mulai berdampak pada kesejahteraan anggota kelompok tani, khususnya para petani perempuan.

Penasehat Kelompok Tani Sulamanda, Benyamin Kanuk, mengatakan kelompoknya kini mampu mengembangkan pola tanam hingga tiga kali dalam setahun. Kondisi tersebut turut meningkatkan hasil produksi dibandingkan musim tanam sebelumnya.

Benyamin Kanuk. (Foto: RRI/Delvin)

Menurut Benyamin, hasil ubinan pada Musim Tanam (MT) I mencapai sekitar 6,3 ton, sedangkan pada MT II tahun ini meningkat menjadi sekitar 8,2 ton. Peningkatan tersebut, kata dia, tidak terlepas dari pengelolaan pemupukan, penyiangan, perawatan tanaman, pengairan, serta pengendalian hama dan penyakit.

“Dari dua kali menjadi tiga kali tanam, kemudian dari hasil yang sedikit meningkat menjadi hasil yang banyak. Artinya ada peningkatan produksi,” ujar Benyamin saat ditemui RRI, Selasa, 22 September 2026. Ia menjelaskan, kelompok tani juga memanfaatkan dukungan penyuluh pertanian, informasi dari BMKG terkait kondisi cuaca, serta pengalaman petani dalam menentukan waktu tanam, pengairan dan pemilihan varietas benih.

Peningkatan produksi tersebut mulai dirasakan langsung oleh anggota kelompok. Salah satunya Mama Lake, Ketua kelompok Buruh Tani Sulamanda yang sehari-hari merupakan ibu rumah tangga sekaligus petani.

Mama Lake mengatakan, sebelumnya para petani hanya melakukan penanaman sebanyak dua kali dalam setahun. Kini, dengan pola tiga kali tanam, kesempatan memperoleh hasil pertanian menjadi lebih besar.

“Kita sebagai ibu petani senang. Belum habis di dalam rumah, sudah masuk lagi,” ungkap Mama Lake.

Ia menilai hasil pertanian yang diperoleh membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan bagi petani yang tidak memiliki lahan sendiri, keberadaan lahan garapan kelompok memberikan kesempatan untuk tetap bekerja dan memperoleh hasil dari sektor pertanian.

Mama Lake. (Foto: RRI/Delvin)

Mama Lake mengaku kondisi tersebut membuat dirinya dan anggota kelompok semakin bersemangat bekerja di sawah, meskipun harus menghadapi panas maupun hujan. “Kita senang dengan kerja ini. Meskipun kita tidak punya lahan, tapi kita senang ada lahan di sini untuk kita yang mama-mama,” katanya.

Bagi Kelompok Tani Sulamanda, peningkatan produksi tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah hasil panen, tetapi juga dari kemampuan petani menjaga keberlanjutan usaha tani dan memenuhi kebutuhan keluarga. Benyamin mengatakan kelompoknya juga membuka ruang bagi petani dari kelompok lain untuk belajar dan bertukar pengalaman mengenai praktik pertanian.

Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh di lapangan dapat dibagikan untuk mendorong peningkatan produksi petani lainnya.

Kelompok Tani Sulamanda saat ini juga telah mendapat dukungan alat dan mesin pertanian berupa satu unit hand tractor dan dua cultivator. Namun, Benyamin menegaskan bahwa semangat utama kelompok tetap berasal dari kemandirian dan pengalaman petani dalam mengelola usaha tani.

Peningkatan produksi dan pola tanam hingga tiga kali setahun diharapkan dapat terus dipertahankan, sehingga manfaat ekonomi dari pertanian dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh anggota kelompok dan keluarganya. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....