PUPR Kota Kupang Siapkan Delapan Sumur Bor Hadapi Kekeringan
- 22 Sep 2026 14:07 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat infrastruktur penyediaan air bersih untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung panjang pada 2026. Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Maxi Dethan, ST., M.Si., dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang mengatakan penyediaan air baku menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus ditangani secara berkelanjutan, tidak hanya saat terjadi kekeringan.
Maxi menjelaskan, persoalan air di Kota Kupang tidak semata-mata berkaitan dengan berkurangnya debit pada musim kemarau, tetapi juga bagaimana pemerintah menyediakan, menampung, dan mengelola air secara berkelanjutan. Karena itu, pembangunan infrastruktur seperti reservoir, embung, jaringan perpipaan, serta sumber air baku terus diupayakan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu langkah konkret PUPR Kota Kupang pada 2026 adalah pembangunan delapan sumur bor. Menurut Maxi, lokasi pembangunan telah ditentukan berdasarkan pemetaan kebutuhan yang dilakukan bersama Perumda Air Minum Kota Kupang.
Titik-titik tersebut diprioritaskan pada wilayah yang dinilai membutuhkan tambahan sumber air untuk membantu menopang sumber-sumber yang sudah ada. “Mudah-mudahan dengan adanya delapan sumber bor baru dapat dioptimalisasi dengan baik oleh Perumda sehingga dapat memenuhi kebutuhan,” kata Maxi.
Ia menegaskan, tambahan delapan sumur bor tersebut memang belum akan memenuhi seluruh kebutuhan air masyarakat Kota Kupang, namun diharapkan dapat mengurangi beban pelayanan Perumda Air Minum, terutama ketika sejumlah sumber air mengalami penurunan debit. Selain pembangunan sumur bor, PUPR juga mendorong pemulihan sumber air yang mengalami gangguan.
Maxi menyebut mata air di kawasan UNKRIS sebagai salah satu sumber yang diharapkan kembali berfungsi setelah mengalami kerusakan pada pompa. PUPR menargetkan pengadaan pompa dapat dilakukan pada akhir September atau Oktober 2026, sehingga sumber tersebut kembali mendukung pelayanan air bagi ratusan pelanggan.
Maxi menekankan bahwa penanganan kekeringan membutuhkan kolaborasi antara PUPR, Perumda Air Minum, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Balai Wilayah Sungai, serta masyarakat. Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah daerah juga membuat kerja sama lintas sektor menjadi penting dalam membangun dan mengoptimalkan infrastruktur air di Kota Kupang.
“Kami sangat mengharapkan agar kami bisa membantu dan mendukung untuk ketersediaan air,” ujarnya. Menghadapi kondisi kemarau, Maxi juga mengajak masyarakat berperan dalam menghemat dan menjaga ketersediaan air.
Penggunaan air secara bijak, menjaga lingkungan serta mendukung upaya konservasi dinilai penting agar sumber air tetap tersedia. Ia berharap pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama menghadapi musim kemarau sehingga kebutuhan air masyarakat Kota Kupang tetap dapat dilayani secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....