Teknologi Digital Jadi Strategi DLHK Kota Kupang Tingkatkan Pengelolaan Sampah

  • 22 Sep 2026 11:55 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pengelolaan sampah di Kota Kupang tidak lagi sekadar berkaitan dengan persoalan kebersihan lingkungan, tetapi juga membutuhkan sistem yang efektif, cepat, terukur, dan mampu mengikuti pertumbuhan penduduk serta aktivitas ekonomi perkotaan. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Achmad Likur, S.Sos., M.M., mengatakan pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah yang tengah dikembangkan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.

Achmad menjelaskan, DLHK Kota Kupang telah menginisiasi aplikasi Smart Sampah yang dirancang untuk memantau proses pengangkutan sampah secara real time. Melalui sistem tersebut, masyarakat nantinya dapat mengetahui posisi armada pengangkut sampah, termasuk apakah armada sudah melakukan pengangkutan dan apakah proses pengangkutan telah dituntaskan. “Kita berbicara teknologi digital. Efisiensi dari sebuah pelaksanaan itu bisa dilakukan dengan teknologi digital,” ujar Achmad dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang, Senin, 14 September 2026.

Menurutnya, pengembangan aplikasi tersebut dilakukan secara bertahap dan akan disempurnakan melalui kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang. Sistem itu juga diarahkan untuk membaca informasi mengenai personel yang bertugas pada setiap armada. Dengan demikian, kinerja petugas di lapangan dapat dipantau dan menjadi bagian dari evaluasi pelayanan kebersihan kepada masyarakat.

Selain aplikasi, Achmad menyebut seluruh 43 unit kendaraan pengangkut sampah DLHK Kota Kupang telah dipasangi GPS. Teknologi tersebut memungkinkan pemerintah mengetahui pergerakan armada sekaligus mendukung pengawasan terhadap rute pelayanan. Menurut dia, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi sehingga informasi mengenai armada dan pelayanan dapat dipantau dengan lebih baik.

Pemanfaatan teknologi digital juga akan dikembangkan melalui pemasangan CCTV di sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS). Achmad mengatakan CCTV dapat membantu mengawasi kepatuhan masyarakat terhadap jadwal pembuangan sampah tanpa harus menempatkan petugas secara terus-menerus di lokasi. Sistem CCTV yang terhubung dengan pusat kontrol juga memungkinkan adanya teguran ketika ditemukan aktivitas pembuangan sampah di luar waktu yang telah ditentukan.

Achmad menegaskan, teknologi hanyalah salah satu bagian dari strategi pengelolaan sampah. Pemilahan sampah dari sumbernya tetap menjadi hal penting karena dapat mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). Ia menyebut berdasarkan data tahun 2026, timbulan sampah di Kota Kupang mencapai sekitar 241 ton per hari, sehingga upaya pengurangan dan pemilahan perlu diperluas ke seluruh wilayah. “Ketika kita melakukan pemilahan, itu sangat membantu sekali,” katanya.

Ia juga menyampaikan dukungan DLHK terhadap komunitas masyarakat yang aktif mengelola sampah, termasuk Forum Kupang Green and Clean di Kelurahan Liliba yang telah menerapkan sistem bank sampah berbasis digital. Bagi Achmad, keterlibatan masyarakat, pemanfaatan teknologi, serta dukungan pemerintah perlu berjalan bersama agar pengelolaan sampah semakin efektif. Ia menutup dengan pesan, Jadikanlah sampahmu adalah sumber berkat bagi dirimu sendiri,” sebagai dorongan agar sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber manfaat ekonomi ketika dikelola dan dipilah dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....