HUT ke-81 RI, Momentum Perkuat Nasionalisme, Kepedulian dan Integritas Pemuda

  • 18 Agt 2026 13:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Perkembangan teknologi digital dan sikap individualistis dinilai menjadi ancaman keutuhan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Tiga nilai utama yang dinilai mulai berkurang di tengah masyarakat saat ini adalah rasa nasionalisme, kepedulian sosial, dan integritas.

Dosen FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana), Alfred O. Ena Mau, S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa tergerusnya nilai-nilai ini tidak muncul begitu saja, melainkan ada faktor kekecewaan generasi muda terhadap berbagai kebijakan publik serta terbatasnya ruang dialog formal dari pemerintah.

"Mengapa kepedulian dan nasionalisme anak muda bisa mengendur? Salah satunya karena faktor kekecewaan terhadap kebijakan yang dirasa tidak memihak. Ketika penyampaian aspirasi tersumbat dan ruang bertatap muka secara langsung sangat terbatas, maka aksi demonstrasi hingga kritik keras di media sosial menjadi pilihan yang tak terhindarkan," kata Alfred dalam Obrolan Akamsi Pro 4 RRI Kupang, Senin, 17 Agustus 2026.

Menurut Alfred, mahasiswa pada dasarnya memiliki kepedulian yang tinggi sebagai agent of change atau pembawa perubahan. Namun, sering kali usulan dan suara mereka kurang direspon atau enggan ditanggapi secara cepat oleh pihak regulator.

"Ruang dialog yang ada sering kali baru terbuka setelah ada tekanan publik atau aksi massa. Pemerintah seharusnya lebih peka dan membuka ruang partisipasi yang luas bagi pemuda, baik dalam menyampaikan pandangan kritis maupun dalam menyalurkan karya inovasi nyata," ujarnya.

Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan ke-81 RI ini dijadikan pemicu bagi pemerintah untuk tidak hanya menuntut nasionalisme pemuda, melainkan juga secara aktif merangkul gagasan serta mengikis praktik-praktik yang merusak integritas bangsa, seperti korupsi dan intoleransi. Generasi muda dihimbau agar menggunakan kemerdekaan bukan hanya secara bebas namun juga bertanggung jawab.

“Kemerdekaan yang sudah kita dapatkan detikini bukan hanya hadiah semata, tetapi kemerdekaan ini adalah satu situasi yang membuat kita harus bertanggung jawab terhadap situasi merdeka ini. Jadi mari kita memaknai kemerdekaan bukan karena merdeka itu kita bebas, tetapi ketika kita diberikan kesempatan untuk menikmati kebebasan, maka kita harus bisa merawatnya dengan aksi nyata, serta memiliki nilai nasionalisme, kepedulian dan juga integritas,” katanya, menegaskan. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....