Kemerdekaan di Era Digital, Generasi Muda Diminta Bijak Saring Informasi

  • 18 Agt 2026 13:45 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Perjuangan bangsa Indonesia saat ini tidak lagi dimaknai dengan mengangkat senjata melawan penjajah asing, melainkan pertarungan melawan kemiskinan, ketidakadilan, intoleransi, serta dampak negatif dari pesatnya arus globalisasi dan digitalisasi. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana), Alfred O. Ena Mau, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa senjata utama generasi muda saat ini adalah ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, inovasi, dan nilai integritas.

"Kemerdekaan bukan hadiah, melainkan ruang tanggung jawab. Senjata kita saat ini bukan lagi bambu runcing, melainkan literasi, teknologi, dan integritas untuk menjaga persatuan serta melawan ketidakadilan," ujar Alfred dalam program Obrolan Akamsi Pro 4 RRI Kupang, Senin, 17 Agustus 2026.

Menanggapi fenomena kritik dan aksi penyampaian aspirasi mahasiswa di media sosial maupun jalanan, Alfred menyarankan agar ada reformulasi atau pergeseran cara. Menurutnya, menyampaikan aspirasi tidak harus selalu diwarnai kemarahan atau penyampaian yang kurang beretika akibat minimnya saringan literasi.

Ia mencontohkan aksi pemuda Kabupaten Kupang yang baru-baru ini secara elegan memanfaatkan momen kedatangan Wakil Presiden untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dan santun, serta mahasiswa Unpad asal Alor yang berhasil menggugah pemerintah lewat gagasan konkret. "Ini bentuk partisipasi cerdas. Pemuda tidak hanya pandai mengkritik, tetapi datang membawa usulan dan gagasan solusi. Ketika disampaiakan dengan cara yang baik dan memanfaatkan momentum, pemerintah akan jauh lebih responsif," katanya.

Ia mengingatkan di era derasnya informasi saat ini, generasi muda harus memiliki daya saring sebelum berbagi (filter before share).Hal ini agar perjuangan murni mahasiswa tidak tercoreng oleh manipulasi informasi atau kepentingan pihak luar.

“Dalam penyebaran informasi, terkadang jari lebih cepat daripada otak, yang harusnya disaring baru di-share tapi lebih duluan di-share baru kemudian mulai melihat oh dampaknya seperti apa. Inilah salah satu tantangan yang kita hadapi saat ini. Sebagai akademisi saya mengajak teman-teman mahasiswa, marilah kita memanfaatkan teknologi digital yang ada saat ini dengan bijak, agar tidak merugikan diri sendiri dan juga orang lain”, katanya, mengakhiri. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....