Penyuluh Kristen : Kekuatan Iman Jadi Modal Hadapi Kemunafikan

  • 15 Sep 2026 11:26 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Penyuluh Agama Kristen Kanwil Kemenag NTT Prihadi Kristiyan menjawab pertanyaan tiga penelepon di Mutiara Pagi Pro 1 RRI Kupang Selasa, 15 September 2026 terkait penguatan iman menghadapi kemunafikan rohani. Ia mengajak umat menjaga ketulusan iman dengan tetap percaya kepada kebenaran Firman Tuhan dalam kehidupan setiap hari bersama.

“Jika kemunafikan tidak diwaspadai, iman dapat menjadi dangkal karena hanya percaya pada apa yang dapat dilihat mata manusia. Pengharapan kepada Tuhan dapat melemah ketika kita menghadapi masalah dan kepentingan duniawi menjadi pusat kehidupan sehari-hari manusia beriman,” ujar Prihadi

Menurut Prihadi, kemunafikan yang dibiarkan dapat menggeser fokus kehidupan dari Tuhan menuju kepentingan pribadi dan kenyamanan duniawi semata. Kondisi itu juga membuat kebenaran Firman Tuhan mudah dikompromikan ketika seseorang mengejar kepentingan pribadi, kedudukan, atau keuntungan tertentu.

“Kebenaran Firman Tuhan tidak boleh dikompromikan demi kepentingan pribadi dalam menghadapi berbagai godaan kehidupan dan tekanan duniawi sehari-hari. Pelayanan dapat berubah menjadi pencarian kedudukan atau keuntungan apabila hati tidak lagi berpusat kepada Tuhan dalam pelayanan kita,” ujar Prihadi.

Ia menjelaskan kehidupan rohani yang hanya formalitas menunjukkan hati mulai jauh dari Tuhan meskipun aktivitas keagamaan tetap berjalan. Karena itu, umat perlu menguatkan iman melalui ketekunan dalam Firman, doa, pertobatan, serta kehidupan yang jujur setiap hari.

Prihadi menegaskan murid-murid Kristus dipanggil bukan hanya menjadi pendengar dan pewarta Firman, melainkan pelaku kebenaran dalam kehidupan nyata. Sikap tersebut membantu umat menghadapi kemunafikan dengan keteguhan hati serta menjaga iman tetap berakar pada Tuhan Yesus Kristus.

“Mari kita selalu menyadari pentingnya menjadi pribadi yang tidak munafik dan tetap percaya kepada kebenaran Firman Tuhan selalu. Tuhan mau murid-muridnya menjadi pembawa dan pewarta Firman, namun juga menjadi pelaku kebenaran dalam kehidupan setiap hari kita,” ujar Prihadi, mengakhiri. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....