Penyuluh Agama Kristen Ingatkan Umat Waspadai Bahaya Kemunafikan Rohani

  • 15 Sep 2026 08:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Penyuluh Agama Kristen Kanwil Kemenag NTT Prihadi Kristiyan mengingatkan umat mewaspadai kemunafikan dalam kehidupan iman sehari-hari dan pelayanan. Ia menekankan Tuhan melihat hati manusia, bukan sekadar penampilan, perkataan, reputasi, maupun aktivitas keagamaan yang terlihat oleh manusia.

“Waspadalah terhadap kemunafikan. Kita dapat terlihat baik di depan manusia, tetapi hati kita jauh dari Tuhan. Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak dari luar; Dia melihat hati kita,” ujar Prihadi Kristiyan dalam renungan di Pro1 RRI Kupang, Selasa 15 September 2026.

Menurut Prihadi, kemunafikan terjadi ketika penampilan seseorang tidak mencerminkan keadaan hati serta kehidupan yang sebenarnya sehari-hari. Sikap tersebut dapat muncul melalui perkataan religius, perilaku pelayanan, maupun nasihat kepada sesama yang tidak dijalankan sendiri.

“Kemunafikan adalah keadaan ketika apa yang tampak di luar tidak sesuai dengan keadaan hati dan kehidupan yang sebenarnya. Dalam konteks iman Kristen, kemunafikan bukan sekadar melakukan kesalahan, tetapi menampilkan diri seolah-olah benar atau rohani,” kata Prihadi.

Ia menjelaskan, kemunafikan berbahaya karena merusak hubungan seseorang dengan Tuhan serta menghilangkan kejujuran terhadap diri sendiri. Selain itu, sikap tersebut dapat menghancurkan kepercayaan orang lain dan menghambat pertumbuhan rohani melalui pertobatan.

Dampaknya dapat dirasakan dalam keluarga, pergaulan, pelayanan, maupun kehidupan pribadi yang membutuhkan kejujuran dan ketulusan. Dalam keluarga, kemunafikan melemahkan komunikasi, sedangkan pelayanan berisiko berubah menjadi sarana mencari pujian manusia semata.

“Kita mungkin dapat menyembunyikan sesuatu dari manusia, tetapi tidak dari Tuhan. Kemunafikan membuat kita kehilangan kejujuran terhadap diri sendiri,” kata Prihadi Kristiyan. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....