Olahan Rumput Laut Perempuan Pesisir Kupang Jadi Penopang Ekonomi Keluarga
- 12 Sep 2026 06:49 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang– Perempuan pesisir di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terus menunjukkan peran strategis dalam menopang perekonomian keluarga nelayan di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Melalui inovasi pengolahan hasil laut seperti stik rumput laut, mereka mampu menciptakan sumber pendapatan mandiri ketika suami mereka tidak dapat melaut.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Nelayan Bersatu Kota Kupang, Yashinta Adoe, dalam dialog Obrolan Akamsi di RRI Pro 4 Kupang, Kamis 10 September 2026. Yashinta menjelaskan bahwa anggota kelompoknya yang tersebar di wilayah Pasir Panjang, Lasiana, NBD, hingga Alak kini aktif mengolah rumput laut mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
"Rumput laut yang biasanya dipanen lalu ditimbang ke pengepul dengan harga murah, kini kami olah sendiri. Hanya dari segenggam rumput laut kering, mama-mama bisa memproduksi sampai empat kilogram stik rumput laut yang nilai jualnya jauh lebih menjanjikan," kata Yashinta.
Menurut Yashinta, produk stik rumput laut menjadi pilihan utama karena daya simpan bahannya yang lama serta proses pembuatannya yang terjangkau. Hasil olahan tersebut dipasarkan secara mandiri di lapak-lapak warung kopi pesisir pantai hingga kantin sekolah.
"Ketika ada musim badai atau gelombang tinggi dan nelayan tidak bisa melaut, perempuan nelayan tidak bisa mengambil hasil laut segar seperti ikan atau kerang. Usaha stik rumput laut ini menjadi pekerjaan sampingan yang sangat membantu kebutuhan ekonomi rumah tangga," ujarnya.
Ia menambahkan, kemandirian perempuan pesisir ini berawal dari pelatihan mandiri serta pendampingan komunitas. Saat ini, para perempuan nelayan Kupang bahkan telah menjadi narasumber bagi warga kelurahan lain untuk membagikan keterampilan pengolahan rumput laut.
Yashinta berharap pemerintah daerah dan dinas terkait dapat memberikan dukungan lebih lanjut, baik dalam bentuk permodalan, pelatihan variasi olahan baru, maupun fasilitasi akses pasar. "Peran perempuan pesisir itu sangat penting. Ketika suami tidak melaut, istri yang putar otak untuk menambah ekonomi rumah tangga. Ketika perempuan nelayan berdaya, fondasi ekonomi keluarga nelayan akan jauh lebih kuat," ucap Yashinta, mengakhiri. (JR)
Page break
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....