Ditpolairud Polda NTT Salurkan 2,5 Ton Logistik Bagi Korban Gempa Flores

  • 31 Agt 2026 10:15 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID. Kupang - Jajaran Polres Manggarai Barat bersama Direktorat Polairud Polda NTT mengerahkan dua armada utama—Kapal Polisi (KP) PADAR dan KP 2006—guna mendistribusikan tonan bantuan logistik bagi korban gempa bumi, Minggu 30 Agustus 2026, di Desa Bari dan Kampung Londar, Desa Sarae Naru, Kecamatan Macang Pacar.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., memimpin langsung pengecekan armada dan muatan sembako sebelum dilepas ke perairan.

AKBP Christian menegaskan, penjangkauan wilayah pesisir menjadi prioritas mendesak mengingat kendala aksesibilitas darat pascagempa dapat mengisolasi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Pendistribusian bantuan melalui jalur laut ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak, khususnya di wilayah pesisir Desa Bari dan Kampung Londar yang memiliki kendala aksesibilitas, mendapatkan bantuan logistik secara merata," ujar AKBP Christian saat dikonfirmasi pada Minggu malam.

Dalam operasi ini, total 2,5 ton bantuan berhasil disalurkan. Logistik tersebut mencakup 2,2 ton beras, 100 dus mie instan, 627 lembar selimut hangat, 92 renteng susu balita, minyak goreng, minyak telon, minyak kayu putih, hingga perlengkapan sanitasi wanita dan bayi.

Khusus warga Kampung Londar yang bermukim di wilayah kepulauan, sebanyak 100 paket sembako, 10 dus mie instan, 260 selimut hangat, serta pasokan susu dan biskuit balita diangkut menggunakan dua unit perahu nelayan yang dikawal langsung oleh personel Polsek Macang Pacar.

Di bawah pengawalan ketat anggota Polsek Macang Pacar dan Satpolairud, estafet perahu kayu membawa bahan makanan menepi menembus ombak menuju posko pengungsian di halaman Kantor Desa Bari.

"Karena akses darat menuju kedua desa tersebut cukup sulit, penyaluran bantuan dialihkan melalui jalur laut menggunakan kapal patroli. Khusus untuk Kampung Londar yang berada di pulau terpisah tanpa dermaga kapal besar, proses pemindahan bantuan dibantu oleh kapal nelayan warga di tengah laut," ucap AKBP Christian.

Ia menambahkan, keterlibatan perahu kayu warga tak sekadar masalah teknis, melainkan wujud solidaritas bersama di tengah masa sulit.

"Bantuan ini kami serahkan langsung kepada pihak pemerintah desa untuk selanjutnya dibagikan secara transparan, adil, dan merata kepada seluruh warga terdampak. Personel kami juga turut mengawal pengangkutan perahu hingga tiba di Posko Pengungsian Kantor Desa Bari," ujar Kapolres. (VFZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....