Pembangunan Pesisir Dinilai Belum Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil di Kupang
- 12 Sep 2026 06:48 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Pembangunan infrastruktur dan program bantuan di kawasan pesisir Kota Kupang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mendasar nelayan kecil. Majelis Nelayan Bersatu Kota Kupang mendesak pemerintah agar melibatkan kelompok masyarakat rentan dan nelayan lokal dalam setiap perencanaan kebijakan di wilayah pesisir.
Ketua Majelis Nelayan Bersatu Kota Kupang, Yashinta Adoe, menyoroti banyaknya nelayan lokal yang kehilangan aset pascabencana alam seperti Badai Seroja maupun dampak gelombang tinggi. Menurutnya, ketidakmampuan membeli kembali perahu dan alat tangkap memaksa sejumlah nelayan berganti profesi.
"Banyak nelayan yang alih profesi menjadi tukang parkir atau buruh harian lepas karena kehilangan perahu dan alat tangkap. Bahkan, perahu-perahu yang parkir di kawasan Pasir Panjang saat ini banyak yang bukan milik nelayan lokal, melainkan milik orang luar yang dititipkan dengan sistem bagi hasil," kata Yashinta, dalam Obrolan Akamsi RRI Pro 4 Kupang, Kamis 10 September 2026.
Yashinta menilai, ketimbang membangun proyek-proyek fisik seperti dermaga beton yang berisiko merusak ekosistem terumbu karang dan habitat gurita, pemerintah seharusnya memprioritaskan bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar nelayan. "Nelayan kita sebenarnya lebih butuh bantuan alat tangkap dan perahu motor kecil atau ketinting untuk bisa melaut di sekitar kawasan pesisir. Pembangunan beton di pesisir yang tidak tepat justru merusak rumah ikan dan pada akhirnya semakin memiskinkan nelayan," tegasnya.
Yashinta menegaskan bahwa perempuan nelayan di Kupang selama ini telah membuktikan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pembuatan dan penenggelaman rumah ikan (fish apartment) serta pembersihan sampah pesisir secara swadaya. Ia berharap pemerintah dapat menjalin kolaborasi yang lebih inklusif demi kesejahteraan nelayan yang berkelanjutan.
“Mari sama-sama kita memperkenalkan hasil-hasil laut yang sudah kita buat. Jangan bosan-bosan untuk menyuarakan isu isu pesisir. Mari saling kolaborasi untuk menuju nelayan sejahtera, dan itu akan lebih sejahtera jika ada kolaborasi yang baik dari tingkat masyarakat sipil juga teman-teman pemerintah,” katanya, mengakhiri. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....