TTU dan Pesisir Selatan Tukar Pengetahuan Pertanian Berkelanjutan

  • 19 Agt 2026 12:03 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat menjadi tuan rumah pertukaran pengetahuan atau knowledge exchange dengan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kegiatan akan berlangsung tiga hari efektif tanggal 11-13 Agustus 2026.

"Pertukaran pengetahuan ini menjadi wadah pembelajaran antar daerah dalam mengembangkan praktik pertanian berkelanjutan dan inovasi yang dikembangkan di kedua daerah. Sekaligus memperkuat implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)" sebagaimana rilis yang diterima rri.co.id dari Konsultan SDG’s GFA/GIZ Provinsi NTT, Yoakim Asy, Minggu 16 Agustus 2026.

Selama tiga hari, 16 peserta delegasi dari TTU mempelajari dasar-dasar penerapan teknik budidaya padi dengan Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT). Sementara delegasi TTU berbagi ilmu terkait pembuatan dan penggunaan eco enzyme di lahan basah maupun untuk hortikultura.

Delegasi TTU dipimpin Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU Chaeril Malelak. Ikut hadir perwakilan dari Bapelitbangda TTU, petugas penyuluh pertanian, perwakilan organisasi masyarakat, petani lahan basah dan lahan kering serta pendamping GIZ-GFA Yoakim Asy.

Pesisir selatan dipilih sebagai lokasi pertukaran pengetahuan karena keberhasilannya mengembangkan sistem Mulsa Tanpa Olah Tanah. Sementara Timor Tengah Utara berpengalaman dalam pengembangan pertanian dengan memanfaatkan Eco-Enzym sebagai pupuk dan pengendali hama.

"Pertukaran Pengetahuan ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi multi pihak memperkuat SDG's di tingkat daerah. Kami melihat praktik baik dari Pesisr Selatan dan TTU sebagai model yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia," ujarComission Manager SDGs-SSTC (GIZ) Zulasmi.

Pada kesempatan itu, kepala Bappelitbangda Pesisir Selatan Subachandri mengatakan sumber pangan organik adalah fondasi yang berkelanjutan. Ia berharap pertukaran pengetahuan kedua kabupaten dapat menjadi inovasi teknis untuk pembangunan daerah.

Pertukaran ini ditindaklanjuti dengan pembentukan tim pelatih lokal serta petani ahli pengembangan plot demonstrasi MTOT yang terintegrasi dengan Eco-Enzym. Sebagai balasan kunjungan, kabupaten TTU akan menjadi tuan rumah dalam satu hingga dua bulan mendatang sebelum musim hujan tiba. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....