Organisasi Mahasiswa Jadi Wadah Pembentukan Karakter dan Kepedulian Sosial
- 10 Sep 2026 07:25 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Perguruan tinggi tidak hanya menuntut kemampuan akademik mahasiswa. Kampus juga membutuhkan wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kesadaran sosial.
Melalui organisasi kemahasiswaan, generasi muda dilatih untuk siap terjun dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Rafiq, Koordinator Isu Bidang Lingkungan Hidup BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Se-Indonesia, dalam program obrolan Kita Indonesia Pro 4 RRI Kupang, Jumat, 4 September 2026.
Ahmad menegaskan bahwa organisasi merupakan laboratorium bagi kaum intelektual muda untuk membentuk mental serta karakter. Melalui pembinaan kepemimpinan, mahasiswa diajarkan tanggung jawab, keberanian menyampaikan pendapat, serta kemampuan berkolaborasi.
"Kampus adalah rumah untuk melahirkan para intelektual, sedangkan organisasi adalah tempat karakter itu dibentuk," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa karakter penting yang harus dipunyai mahasiswa saat ini adalah inklusivitas dan keterbukaan. Mahasiswa diharapkan mampu merangkul berbagai pandangan dan tidak hanya bergerak secara eksklusif dalam satu kelompok.
Sebagai koordinator di bidang lingkungan hidup, Ahmad memaparkan bahwa BEM PTM Se-Indonesia tidak hanya berfokus pada isu internal, tetapi juga aktif merespons isu nasional. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembinaan karakter peduli lingkungan melalui aksi nyata, seperti penanaman pohon di berbagai daerah.
Aksi lingkungan tersebut menjadi media penting untuk menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial terhadap isu-isu krusial seperti kebakaran hutan dan perubahan iklim. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad juga menyoroti tantangan generasi muda saat ini, seperti mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), namun tidak boleh dikendalikan oleh kemajuan tersebut.
Selain itu, fenomena berkurangnya minat berorganisasi pasca-pandemi menjadi ancaman besar bagi regenerasi kader intelektual. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif mengambil bagian di organisasi.
Ia menambahkan bahwa organisasi bukanlah penghambat prestasi akademik. Ahmad membagikan pengalamannya yang mampu meraih predikat wisudawan terbaik sembari aktif berorganisasi melalui manajemen waktu dan komunikasi (lobi) yang baik.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa baru untuk tidak ragu terlibat aktif dalam kegiatan organisasi. Pengalaman organisasi menjadi modal penting dalam membuka jaringan dan menata masa depan.
"Mari terlibat aktif dalam organisasi. Selain membuka jaringan sosial yang luas, di sinilah tempat kita mengukur dan menempa kapasitas diri untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat," katanya, mengakhiri. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....