Bank Sampah Rubadeo Desa Mata Air Bantu Tambah Penghasilan Dapur dan Edukasi Warga
- 31 Agt 2026 12:23 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Keberadaan sampah sering kali dianggap sebagai masalah lingkungan yang kotor dan tidak bernilai. Namun, bagi warga Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, sampah kini bertransformasi menjadi sumber penghasilan tambahan yang bernilai ekonomi.
Melalui kehadiran Bank Sampah Rubadeo, warga diajak memilah sampah dari rumah untuk ditukarkan menjadi uang tunai. Ketua Bank Sampah Rubadeo Desa Mata Air, Frida Taka, mengungkapkan bahwa sejak resmi diluncurkan pada 15 Juli 2026 oleh pihak pemerintah kecamatan dan didampingi Yayasan Ume Daya Nusantara (UDN) serta Bank Sampah Mutiara Timur, antusiasme masyarakat sangat tinggi.
Pada penimbangan perdana tanggal 18 Juli 2026, Bank Sampah Rubadeo berhasil mengumpulkan sebanyak 307 kilogram sampah plastik dan anorganik lainnya. Angka tersebut melonjak menjadi 472 kilogram pada penimbangan bulan Agustus 2026.
"Walaupun kami belum melakukan sosialisasi dan edukasi secara formal ke rumah-rumah, warga sudah berdatangan membawa sampah ke titik penimbangan. Kebanyakan yang datang adalah ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak sekolah," ujar Frida Taka, dalam program Obrolan Akamsi Pro 4 RRI Kupang, Kamis, 27 Agustus 2026.
Frida menceritakan, dampak ekonomi dari penukaran sampah ini sangat dirasakan secara instan oleh para ibu. Lokasi penimbangan sampah yang berdekatan dengan lapak jualan sayur miliknya membuat warga bisa langsung membelanjakan uang hasil timbangan sampah untuk kebutuhan harian.
"Uang hasil menimbang sampah tidak dibawa pulang lagi, tapi langsung dipakai beli sayur di lokasi. Jadi uang yang seharusnya dipakai untuk belanja dapur bisa disisihkan. Sementara untuk anak-anak sekolah, uang dari sampah ini jadi tambahan uang jajan mereka," kata Frida.
Kehadiran Bank Sampah Rubadeo selain mengurangi dampak buruk sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, juga membawa dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Gerakan ini berhasil memicu kesadaran warga untuk tidak lagi membuang atau membakar sampah, melainkan memilahnya sejak dari rumah. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....