Taman Wisata Alam Camplong Simpan Keanekaragaman Hayati
- 05 Agt 2026 08:44 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kawasan Taman Wisata Alam Camplong yang berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Kota Kupang menyimpan berbagai potensi keindahan alam serta fungsi konservasi yang sangat krusial bagi kehidupan masyarakat. Tempat rekreasi ini tidak hanya menawarkan kesejukan udara pegunungan, tetapi juga berfungsi sebagai kawasan penyangga utama ekosistem hutan tropis yang sangat penting.
Sumber mata air terbesar yang berada di dalam kawasan tersebut dimanfaatkan secara langsung oleh PDAM Kabupaten Kupang, pihak penginapan lokal, serta warga desa penyangga sekitar. Berdasarkan fenomena alam yang unik, debit mata air di kawasan ini justru mengalami penurunan drastis pada musim hujan dan meningkat signifikan menjelang akhir tahun.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT, melalui Kepala Resor Taman Wisata Alam Camplong, Deolinda da Cunha mengatakan, penerapan aturan pelarangan ketat terhadap aktivitas membawa makanan mentah serta pembakaran api unggun demi menjaga kebersihan area wisata. Pengelola juga telah menyediakan berbagai fasilitas tempat sampah di setiap sudut fasilitas umum guna mencegah terjadinya pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.
Petugas Resor Taman Wisata Alam Camplong secara rutin melaksanakan kegiatan patroli mandiri serta dialog langsung bersama warga desa penyangga untuk mendengar aspirasi masyarakat. Kegiatan komunikasi persuasif yang dinamakan anjangsana tersebut rutin dilakukan setiap hari Selasa guna membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar kawasan konservasi.
Dengarkan Juga : TAMAN REKREASI ALAM CAMPLONG: RUMAH BAGI SATWA LIAR ENDEMIK TIMOR
Keberadaan kelompok binaan masyarakat seperti kelompok pemanfaatan air dan kelompok usaha ekonomi kreatif telah dibentuk secara resmi untuk mendukung kesejahteraan warga di sekitar kawasan konservasi. Masyarakat desa penyangga kini dapat mengelola berbagai produk lokal seperti keripik pisang serta penyewaan fasilitas ban pelampung demi meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
Berbagai jenis satwa endemik pulau Timor seperti merpati timor, perkici nuri, dan beberapa jenis ular liar masih dapat ditemukan dengan mudah di dalam kawasan hutan konservasi. Kelompok Masyarakat Mitra Polhut bersama masyarakat peduli api secara konsisten membantu petugas kehutanan dalam mengawasi ancaman perburuan liar serta kebakaran hutan.
Pemerintah Desa Camplong II melalui Melianus T. Faot selaku Kepala Desa Camplong II berencana untuk menghidupkan kembali peran lembaga adat guna memperkuat pengawasan pelestarian hutan bersama instansi kehutanan secara berkelanjutan. Penerapan sanksi adat yang tegas bagi pelaku perusakan lingkungan diharapkan mampu memberikan efek jera serta kesadaran hukum yang tinggi kepada seluruh warga.
Kelestarian alam hutan Camplong harus terus dijaga bersama sebagai warisan berharga demi menjamin ketersediaan sumber air dan keseimbangan ekosistem bagi generasi mendatang. Hal ini mengingatkan kita semua bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukanlah sekadar pilihan biasa, melainkan sebuah keharusan mutlak bagi kehidupan, pungkas Melianus. (AN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....