Seribu Lilin, Seribu Doa untuk Flores
- 24 Agt 2026 08:32 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang — Duka akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur, menggugah solidaritas masyarakat Kota Kupang. Puluhan organisasi, komunitas, mahasiswa, pemuda, insan media, dan berbagai elemen masyarakat berkumpul di kawasan Bundaran PU, Sabtu malam, untuk menyalakan lilin dalam aksi kemanusiaan bertajuk “1.000 Lilin: Satu Nyala, Seribu Doa untuk Flores.”
Aksi yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA itu menjadi ruang bagi masyarakat Kota Kupang untuk menyampaikan doa, duka cita, sekaligus dukungan moral kepada warga Flores yang terdampak bencana.

Tak hanya menyalakan lilin, massa juga melakukan penggalangan dana untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. Koordinator aksi, Daud Nenotek, mengatakan ribuan lilin yang dinyalakan merupakan simbol persatuan dan kepedulian masyarakat Kota Kupang terhadap warga Flores.
“Aksi ini hadir dengan semangat bersatu dalam doa, bergerak dalam kasih. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di Flores merasakan kehangatan simpati dan dukungan moral dari Kupang,” ujar Daud.

Aksi solidaritas tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari Gen Z, insan media online, FKPTT Kota Kupang, Euriko Guterres dan kawan-kawan, GRIB Jaya, Apindo NTT, PSMTI Kota Kupang, Kadin Kota Kupang, BEM Nusantara, IPF, LTI, Garuda Kupang, FMN, Komunitas Wartawan Indonesia, Arema NTT, Komunitas Seniman Kota Kupang, Srikandi Czan, Tim Regulasi CS, Brigade Meo, Garis, Garda Triple X, Pemuda Katolik, Pemuda GMIT, OKP Regio Timor, Luna Foundation, kelompok lintas umat beragama, mahasiswa asal Flores, BEM IKMAR, hingga BEM Poltekkes Kemenkes Kupang. Komunitas kreatif Ngeriitzzzz Kota Kupang juga turut terlibat dalam penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Lima Poin Sikap
Di tengah aksi tersebut, Aliansi Masyarakat Kota Kupang menyampaikan lima poin pernyataan sikap. Pertama, menyatakan solidaritas dan doa bersama bagi seluruh korban serta keluarga yang terdampak bencana.
Kedua, mendesak Pemerintah Pusat agar segera menetapkan status bencana di Flores sebagai Bencana Nasional. Menurut aliansi, langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat penanganan, evakuasi, serta pengerahan sumber daya dalam skala yang lebih besar.
Ketiga, menyampaikan apresiasi terhadap langkah tanggap darurat dan kerja keras pemerintah daerah, aparat, relawan, serta berbagai pihak yang telah berada di lapangan membantu masyarakat terdampak.
| Baca juga: 65 Relawan Pemuda Katolik Bergerak ke Flores |

Keempat, Aliansi Masyarakat Kota Kupang menyatakan komitmen untuk mengawal penyaluran bantuan kemanusiaan agar berlangsung secara transparan, tepat sasaran, dan menjangkau seluruh korban yang membutuhkan.
Kelima, aliansi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah daerah, sektor swasta, masyarakat, organisasi, komunitas, serta berbagai pihak dari dalam maupun luar NTT yang telah memberikan bantuan dan dukungan bagi korban bencana.
Aksi penyalaan 1.000 lilin dan penggalangan dana di kawasan jalan protokol Bundaran PU berlangsung khidmat, tertib, dan aman dengan pengawalan personel Polresta Kupang Kota. Bagi masyarakat yang hadir, cahaya lilin malam itu menjadi simbol bahwa duka Flores adalah duka bersama.
Dari Kupang, ribuan nyala lilin dikirim sebagai pesan solidaritas bahwa masyarakat Flores tidak sendirian menghadapi bencana dan proses pemulihan. (As)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....