BRIN Dorong 51 Lurah dan Camat Kota Kupang Olah Sampah Jadi Energi
- 21 Agt 2026 16:11 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Anggota Komisi X DPR RI bekerjasama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mensosialisasikan pemanfaatan sampah plastik sebagai Sumber Energi kepada 51 Lurah dan Camat se-Kota Kupang, di Kupang, Kamis, 20 Agustus 2026. Tujuannya agar sampah-sampah dikelola menjadi sumber energi seperti bahan bakar gas atau biogas, dan pengolahan sampah organic kering murni atau plastik untuk produksi EcoBlend-pellet, dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Anggota Komisi X DPR RI Dapil NTT II, Anita Jacoba Gah dihadapan 51 Lurah dan 6 Camat di Kota Kupang, Kamis 20 Agustus 2026 menyampaikan, dirinya merasa prihatin dengan kondisi sampah masih berserakan pada titik-titik tertentu di Kota Kupang. Melihat kondisi tersebut, Anita Gah mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, mengedukasi para Lurah dan Camat tentang pemanfaat sampah menjadi Biogas, EcoBlend-pellet, dan Bahan Bakar Minyak.
“Saya belakangan ini melihat banyak sampah, apalagi di jalur 40, cuma beberapa sampah-sampah menumpuk. Dan aduh saya berpikir ini bagaimana ini, akhirnya saya tanya ke Brin ternyata Brin punya solusinya,” ucap Anita Gah.
“Brin melakukan riset bagaimana mengolah sampah agar bermanfaat bagi masyarakat banyak. Tapi ini juga perlu berkomitmen pemerintah terlebih lagi komitmen dari bapak camat, ibu camat, bapak, ibu lurah, pihak swasta dan masyarakat memanfaatkan sampah sebagai sumber energi di Kota Kupang,” ujarnya, lebih lanjut.
Anita Gah juga menyampaikan terimakasih kepada para Camat dan Lurah se-Kota Kupang serta Brin yang mengikuti sosialisasi tentang pemanfaatan sampah plastik sebagai Sumber Energi. Ia berharap persoalan sampah plastik yang telah menjadi tantangan global sampai saat ini sebetulnya bisa menjadi sebuah peluang besar apabila dikelola dengan baik dan benar, karena sudah teruji dan dilakukan oleh BRIN.

Pejabat Perwakilan Pusat Riset Teknologi Konversi Energi, Prima Zuldian, ST., M.T., M.Eng., Ph.D, membeberkan sejumlah strategi pengolahan sampah untuk energi, nutrisi tanah, dan material menjanjikan. Ia mencontohkan, pengolahan sampah plastik menjadi kompos, EcoBlend Pellet, BBM, Wax, Carbon black, BBG atau Biogas, BioSyngas, dan Oksinerator.
“Disini kita bisa pilah sampah sehingga kita bisa ubah dia menjadi kompos, menjadi bahan bakar biomasa yang kami namakan EcoBlend Pellet, lalu kemudian menjadi BBM atau bahan bakar minyak, dan juga menjadi Wax. Wax ini menjadi produk yang mirip dengan bahan bakar minyak, tapi kental seperti kris atau pelumas dan kemudian kita juga bisa memperoleh bahan bakar seperti biogas, BioSyngas, dan Oksinerator,” kata Prima Zuldian.
Para Lurah dan Camat se-Kota Kupang berharap, selain teori mereka juga meminta ada praktek yang diajarkan oleh BRIN tentang proses pengolahan sampah plastik, serta menyediakan peralatan produksi sampah plastik menjadi kompos, EcoBlend Pellet, BBM, Wax, Carbon black, BBG atau Biogas, BioSyngas, dan Oksinerator. Harga mesin produksi sampah plastik menjadi energi, nutrisi tanah, dan material menjanjikan berada pada kisaran Rp400 juta-an, sehingga membutuhkan bantuan dan pelatihan ketrampilan tenaga pengelola oleh Pemerintah. (at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....