Dapur MBG 3T Dorong Roda Ekonomi Petani dan Peternak Lokal NTT

  • 18 Agt 2026 08:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) tidak hanya menjadi sarana pemenuhan gizi masyarakat , tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak roda ekonomi desa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran Dapur MBG 3T dinilai membuka peluang pasar baru bagi sektor pertanian dan peternakan lokal.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Bobi Lianto, MM, MBA, menyampaikan bahwa pemenuhan pasokan bahan baku secara konsisten dan rutin di daerah remote (terpencil) akan mendorong masyarakat desa untuk terlibat aktif dalam rantai pasok pangan.

"Begitu pun dengan adanya MBG 3T yang ada di kampung, di desa-desa ini, juga akan mendorong para petani-petani kita di daerah, otomatis mereka akan bekerja untuk mempersiapkan itu," ujar Bobi Lianto saat diwawancarai RRI Kupang, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Bobi, secara logistik dan efisiensi, pasokan pangan di wilayah 3T idealnya dipenuhi dari area sekitar desa setempat. Hal ini sekaligus menjadi solusi atas tantangan keterbatasan aksesibilitas transportasi dan infrastruktur jalan yang sulit dijangkau dari pusat kota.

"Secara hitungan sudah pasti selayak dan sepantasnya, kalau apalagi di daerah yang remote area yang tidak bisa dijangkau, otomatis lebih baik supply-nya ada di kampung itu sendiri," katanya.

Ia tidak menampik bahwa pada tahap awal, pemenuhan beberapa komoditas seperti telur dan ayam masih bergantung pada pasokan luar daerah. Namun, kebutuhan yang berlangsung secara terus-menerus dipastikan memicu kemandirian ekonomi warga lokal.

"Konsep ini sebenarnya bagus karena orang desa ini akan menyuplai makanan ini dari desa itu sendiri, walaupun ini butuh waktu ya, tidak bisa secara tiba-tiba. Percayalah dengan adanya kebutuhan yang rutin terus, maka secara otomatis masyarakat akan menyuplai, itu mencoba untuk mengadakan itu dengan bertanam, bercocok tanam, dan juga peternakan," kata Bobi.

Hingga saat ini, KADIN NTT bersama jaringan anggotanya di kabupaten/kota terus mendukung pembangunan dapur-dapur MBG 3T maupun aglomerasi. Ke depan, dengan beroperasinya dapur-dapur MBG di pelosok desa, program ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting sekaligus mewujudkan kesejahteraan serta kebangkitan ekonomi masyarakat NTT. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....