Kabasarnas Pantau Langsung Operasi SAR Gempa Flores

  • 17 Agt 2026 03:56 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Borong - Penanganan darurat pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, memasuki hari kedua, Minggu, 16 Agusuts 2026. Operasi pencarian dan pertolongan terus diperkuat dengan memperluas penyisiran di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, telah tiba di Pulau Flores untuk memantau langsung pelaksanaan operasi SAR sekaligus memastikan kebutuhan penanganan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, telah tiba di Pulau Flores, Minggu, 16 Agustus 2026.

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan Kepala Basarnas bersama rombongan dijadwalkan meninjau sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.

Selain pengerahan personel, Basarnas juga menyiagakan satu unit helikopter untuk mendukung kebutuhan evakuasi medis udara jika sewaktu-waktu diperlukan.

Helikopter tersebut saat ini disiagakan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, sehingga dapat dikerahkan secara cepat menuju wilayah terdampak.

Di Kabupaten Manggarai Timur, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat juga berhasil mengevakuasi seorang nelayan yang dilaporkan tenggelam saat gempa terjadi.

Korban ditemukan sekitar pukul 09.30 WITA di perairan Pantai Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, penyisiran darat terus dilakukan di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo berdasarkan Rencana Operasi (RenOps) hari kedua.

Tim SAR melakukan penyisiran hingga radius 6,3 kilometer dengan menyasar Kecamatan Reo di Kabupaten Manggarai serta Kelurahan Mbay, Desa Tungurambang, Desa Nangadhero, dan Desa Marpokot di Kabupaten Nagekeo.

Dari hasil penyisiran di sejumlah lokasi tersebut, hingga kini belum ditemukan tambahan korban meninggal dunia.

Basarnas bersama seluruh unsur potensi SAR masih melakukan pencarian dan pemantauan untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak atau masih membutuhkan pertolongan.

Berdasarkan pendataan dan verifikasi faktual hingga Minggu (16/8/2026) pukul 14.00 WITA, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tercatat sebanyak 51 orang, sementara 132 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.

Dengan demikian, total korban terdampak yang telah terdata mencapai 183 orang.

Basarnas menegaskan data korban masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan. Pembaruan data dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD dan seluruh unsur potensi SAR.

Operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan perkembangan situasi, hasil penyisiran, serta evaluasi kondisi di masing-masing wilayah terdampak. (As)/rilis humasbasarnas)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....