Relawan BERGUNA dan TNI AL Selamatkan Yacht Australia yang Hanyut
- 21 Agt 2026 15:58 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Tim gabungan relawan BERGUNA (Bergiat Untuk Nusa) bersama personel Pos Angkatan Laut (AL) Larantuka, Flores Timur, menyelamatkan sebuah kapal yacht berbendera Australia yang hanyut di perairan Balela, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kapal tersebut diketahui terseret arus dan angin kencang saat sedang lego jangkar sekitar pukul 09.00 WITA. Kondisi cuaca dan gelombang membuat kapal bergerak tanpa kendali ke arah barat laut hingga menuju perairan Lewolere.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui relawan BERGUNA yang kemudian melaporkannya kepada Tim Induk BERGUNA dan diteruskan ke Pos AL Larantuka. Personel Pos AL Larantuka bersama empat relawan BERGUNA langsung melakukan pengejaran menggunakan sebuah perahu nelayan.
Setelah mencapai kapal, tim menemukan tali jangkar yang digunakan terlalu pendek untuk menahan kuatnya arus dan angin. Tim kemudian memasang tali jangkar tambahan untuk menahan laju kapal. Setelah kapal dipastikan aman, yacht tersebut dikemudikan kembali menuju perairan Balela untuk berlabuh dengan aman. Sekitar pukul 11.00 WITA, proses penyelamatan selesai dan kapal berhasil diamankan.
Pemilik yacht, Gerald, warga negara Australia, mengaku sempat meninggalkan kapal untuk membeli bahan bakar dan kebutuhan makanan di pasar. Saat kembali, ia mendapati kapalnya telah terseret cukup jauh dari lokasi semula. Gerald menyampaikan apresiasi kepada personel TNI AL dan relawan BERGUNA yang bergerak cepat membantu menyelamatkan kapalnya.
Usai kejadian tersebut, Gerald bersama istrinya berencana melanjutkan pelayaran menuju Kupang sebelum kembali ke Australia. Babinter Posmat Larantuka, Kls Onno Towa, menegaskan TNI AL selalu siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kejadian di wilayah perairan.
Ia juga mengimbau setiap awak kapal agar tetap menempatkan satu orang di atas kapal ketika melakukan labuh jangkar untuk memantau kondisi kapal dan mengantisipasi kemungkinan hanyut akibat arus maupun cuaca.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan BERGUNA, Rofinus Monteiro, mengatakan kejadian tersebut menunjukkan pentingnya ketersediaan titik labuh jangkar yang aman dan terkoordinasi di wilayah Larantuka.
Menurut Rofinus, Larantuka merupakan kota pelabuhan tua yang sejak dahulu menjadi salah satu titik transit bagi para pelaut. Namun, hingga kini belum tersedia lokasi labuh jangkar yang terkoordinasi dengan baik.
Ia menyebut penyelamatan yacht Australia tersebut merupakan operasi penyelamatan kelima yang dilakukan Tim BERGUNA. Pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah titik labuh tambat di perairan Larantuka untuk kapal berukuran kecil hingga sedang.
Rofinus berharap pemerintah, TNI AL, dan komunitas maritim dapat memperkuat sinergi sehingga Larantuka menjadi pelabuhan yang aman dan ramah bagi pelaut nusantara maupun mancanegara.
Kejadian ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat dalam merespons situasi darurat di laut, terutama di tengah kondisi cuaca dan arus yang tidak menentu. (rls/DB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....