Jangan Tunggu Sakit, Generasi Muda Diminta Rutin Periksa Kesehatan
- 15 Agt 2026 06:48 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, KUPANG — Tren minum kopi harian, kebiasaan begadang, serta pola makan tinggi gula dan garam di kalangan generasi muda urban makin berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan di usia produktif. Dokter Internship RS TNI AL Samuel J. Moeda Kupang, dr. Thamara Novelia Laly Umbu Zasa, CPS, mengingatkan generasi muda agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan berkala hanya karena merasa tubuh masih fit.
"Sekarang di pedoman medis terbaru, tekanan darah di angka 120 mmHg saja sudah mulai diwaspadai. PTM seperti hipertensi dan diabetes saat ini bukan lagi dominasi lansia, tetapi sudah banyak menyerang anak muda akibat gaya hidup," ungkap dr. Thamara dalam perbincangan di Pro 4 RRI Kupang, Jumat 14 Agustus 2026.
Ia juga menyoroti pola konsumsi kopi dan kurang tidur yang kian marak di kalangan Gen Z dan milenial Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan tinggi kafein secara berlebihan tanpa diimbangi konsumsi air putih dan olahraga berisiko merusak fungsi ginjal dalam jangka panjang.
Menjawab kekhawatiran sebagian warga yang enggan atau takut memeriksakan diri karena bayang-bayang vonis penyakit. Dokter Thamara menekankan bahwa penyesalan selalu datang terlambat.
"Jangan takut mengetahui kondisi kesehatan diri. Mengetahui lebih awal justru memberi kita kontrol untuk memperbaiki pola makan, mengatur waktu istirahat, dan berolahrag. Jangan sampai kerja keras mencari rezeki di masa muda habis hanya untuk membiayai pengobatan di masa tua karena kita abai dari sekarang," pesannya.
Pemeriksaan kesehatan gratis atau CKG yang disediakan pemerintah dapat diakses dengan mudah di Puskesmas terdekat, sekaligus membantu generasi muda mengevaluasi batas kebiasaan sehari-hari demi menjaga kebugaran tubuh secara berkelanjutan. Masyarakat dihimbau untuk menggunakan akses ini untuk deteksi dini penyakit sehingga mencegah dampak jangka panjang. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....