Gempa Flores, 37 Warga Kabupaten Manggarai Meninggal Dunia
- 23 Agt 2026 21:52 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, mencatat sebanyak 37 orang meninggal dunia akibat gempa bumi Flores. Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi korban per desa dan kelurahan yang telah dihimpun serta diverifikasi oleh petugas di lapangan.
Puluhan korban meninggal dunia tersebut tersebar di tujuh kecamatan, yakni Langke Rembong, Cibal, Cibal Barat, Reok, Wae Rii, Reok Barat, dan Satarmese Utara.
Kecamatan Reok menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak, yakni 20 orang. Korban tersebar di Desa Reo sebanyak 16 orang, Desa Watu Tango satu orang, Desa Mata Air dua orang, dan Desa Wangkung satu orang.
Sebagian besar korban di Kecamatan Reok meninggal dunia akibat tertimpa bangunan. Selain itu, terdapat korban yang meninggal akibat tenggelam, shock, maupun sakit. Salah seorang korban merupakan bayi yang baru dilahirkan. Bayi tersebut meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Ruteng dari pos pengungsian Barang Kolong.
Sementara itu, Kecamatan Langke Rembong mencatat lima korban meninggal dunia. Rinciannya, satu orang di Kelurahan Karot, tiga orang di Kelurahan Tenda, dan satu orang di Kelurahan Pau. Para korban meninggal dunia akibat shock, baik di rumah maupun setelah mendapat penanganan di rumah sakit.
Di Kecamatan Cibal, tercatat empat korban meninggal dunia. Korban masing-masing berasal dari Desa Bea Mese satu orang, Desa Riung dua orang, dan Desa Ladur satu orang. Seluruh korban meninggal dunia setelah tertimpa bangunan di rumah.
Kecamatan Cibal Barat mencatat satu korban meninggal dunia dari Desa Golo Lanak akibat tertimpa bangunan. Kemudian, Kecamatan Wae Rii mencatat dua korban meninggal dunia dari Desa Wae Mulu. Keduanya meninggal dunia akibat tertimpa bangunan dan sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Empat korban lainnya tercatat di Kecamatan Reok Barat. Seluruh korban berasal dari Desa Reok Barat dan meninggal dunia akibat tertimpa bangunan di rumah.
Sementara di Kecamatan Satarmese Utara, satu warga Desa Cireng meninggal dunia setelah tertimpa bangunan. Korban sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas.
Pemerintah Kabupaten Manggarai menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban. Pemerintah bersama unsur terkait hingga kini masih melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak.Penanganan tersebut meliputi proses evakuasi, pelayanan kesehatan, pendataan dan verifikasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan pengungsi, serta koordinasi lintas sektor.
Pemerintah Kabupaten Manggarai juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan. Masyarakat diminta mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah, petugas kesehatan, TNI, Polri, dan unsur penanggulangan bencana yang berada di lapangan. (Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Pemerintah Kabupaten Manggarai)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....