Penyuluh: Ajaran Hindu Dorong Umat Menjadi Sahabat bagi Diri Sendiri

  • 12 Agt 2026 06:45 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Penyuluh agama Hindu pada kantor wilayah Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong umat manusia untuk mampu menjadi sahabat bagi dirinya sendiri dengan menjaga pikiran, perasaan, dan tindakannya agar tetap selaras dengan dharma.

“Pesan tersebut tercermin dalam Sloka Bhagavad Gita VI.5 yang mengajarkan agar seseorang mengangkat dirinya sendiri dan tidak menjatuhkan dirinya. Sloka tersebut juga menegaskan bahwa diri sendiri dapat menjadi sahabat sekaligus musuh bagi diri sendiri,” ujar I Gusti Sukarmiasih di Pro 1 RRI kupang, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ayu menegaskan dalam kehidupan sehari-hari, seseorang justru kerap menjadi musuh bagi dirinya ketika terus menyalahkan diri sendiri, merasa tidak cukup baik, atau membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang kehilangan rasa syukur dan sulit menikmati kehidupan yang sedang dijalani.

“Fenomena tersebut semakin kuat di tengah penggunaan media sosial yang banyak menampilkan keberhasilan, kemewahan, dan pencapaian orang lain. Padahal, apa yang terlihat di layar umumnya hanya bagian dari kehidupan seseorang dan tidak selalu menunjukkan proses, perjuangan, maupun kegagalan yang telah dilalui,” katanya.

Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain kemudian dapat memunculkan rasa iri hati. Iri hati bukan hanya membuat hati tidak tenang, tetapi juga dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk menikmati berkat yang telah dimiliki serta berpotensi merenggangkan hubungan sosial.

Penyebab iri hati juga dapat berakar dari kurangnya rasa syukur dan kurangnya pengenalan terhadap diri sendiri.

“Setiap manusia memiliki kekuatan, kesempatan, kemampuan, serta perjalanan hidup yang berbeda sehingga keberhasilan tidak dapat diukur hanya dengan menggunakan pencapaian orang lain,” ujarnya.

Selain itu, pengalaman pernah diremehkan, mengalami kegagalan, atau tumbuh dalam lingkungan yang penuh perbandingan dapat meninggalkan luka yang memengaruhi kepercayaan diri. Ketika melihat orang lain berhasil, kondisi tersebut dapat memunculkan perasaan tertinggal dan membuat seseorang semakin sulit menerima dirinya sendiri.

Karena itu, umat diajak untuk terlebih dahulu memperbaiki cara pandang terhadap diri sendiri. Menerima kekurangan, menghargai kelebihan, mensyukuri proses kehidupan, serta terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....