Muitara Pagi: Tuhan itu Setia
- 04 Agt 2026 13:14 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kesulitan, penderitaan, dan berbagai persoalan hidup sering kali membuat manusia kehilangan pegangan dan meragukan penyertaan Tuhan. Padahal, dalam setiap situasi, Tuhan tetap hadir dan setia menyertai umat-Nya. Pesan inilah yang disampaikan dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Kupang, Senin, 3 Agustus 2026, melalui tema "Tuhan Itu Setia" yang diangkat dari bacaan Injil Matius 14:22-36.
Renungan tersebut disampaikan oleh Zakarias Paus Tola, S.Fil., Penyuluh Agama Katolik pada Bidang Urusan Agama Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia menjelaskan bahwa bacaan Injil hari itu merupakan kelanjutan kisah Yesus menggandakan lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lebih dari 5.000 orang. Setelah peristiwa itu, Yesus mendatangi para murid yang sedang diterpa badai dengan berjalan di atas air. Namun, para murid justru ketakutan dan mengira Yesus adalah hantu.
Menurutnya, pengalaman para murid menggambarkan kehidupan banyak orang beriman saat ini. Meskipun telah berkali-kali mengalami pertolongan Tuhan, manusia tetap mudah panik ketika menghadapi persoalan baru. Ketakutan sering kali membuat seseorang lupa akan karya-karya Tuhan yang pernah dialaminya sehingga lebih mengandalkan kemampuan sendiri daripada berserah kepada Allah.
Zakarias mengatakan, Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya berjuang sendirian menghadapi badai kehidupan. Tuhan selalu hadir pada waktu yang tepat, meskipun cara-Nya menolong sering kali berbeda dari harapan manusia. Karena itu, umat diajak memiliki hati yang terbuka agar mampu mengenali penyertaan Tuhan dalam setiap peristiwa kehidupan.
Ia juga mengingatkan bahwa saat seseorang berada dalam kesulitan, godaan untuk meninggalkan jalan Tuhan semakin besar. Kecemasan dan keputusasaan dapat membuat manusia mudah tergoda oleh berbagai pilihan yang tampak menjanjikan, tetapi justru menjauhkan dari kehendak Allah. Oleh sebab itu, kehidupan doa dan kepercayaan kepada Tuhan harus terus dipelihara agar tidak jatuh dalam pencobaan.
Zakarias mencontohkan Rasul Petrus yang sempat mampu berjalan di atas air ketika memandang kepada Yesus, namun mulai tenggelam saat rasa takut menguasai dirinya. Kisah itu menunjukkan bahwa kelemahan manusia bukanlah akhir dari segalanya, karena Tuhan selalu siap mengulurkan tangan untuk menyelamatkan setiap orang yang tetap percaya kepada-Nya.
Mengakhiri renungannya, Zakarias mengajak umat untuk tetap setia mengikuti Kristus dalam setiap keadaan, baik saat mengalami sukacita maupun ketika menghadapi berbagai tantangan hidup. Ia menegaskan bahwa iman yang teguh dan kepercayaan penuh kepada Tuhan akan menjadi kekuatan menghadapi setiap badai kehidupan, sebab Kristus adalah Tuhan yang senantiasa setia dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....