Pameran NTT 2026 Dorong Partisipasi Publik dan Pertumbuhan Ekonomi
- 11 Agt 2026 14:10 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menegaskan pameran pembangunan 2026 menjadi sarana informasi publik mengenai prioritas pembangunan daerah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika NTT, Drs. Adi E. Mandala, M.Si, menjelaskan kegiatan tersebut menghadirkan lima esensi pembangunan strategis.
“Pameran ini mau mengangkat semangat nasionalisme dan rasa kebangsaan anak-anak Indonesia, termasuk di Nusantara Timur,” kata Ady Mandala saat diwawancarai Pro 1 RRI Kupang, Selasa, 11 Agustus 2026. Ia menegaskan nasionalisme Indonesia merupakan harga mati yang harus terus diperjuangkan demi kejayaan bangsa dan negara bersama.
Pemerintah juga menampilkan capaian pembangunan selama dua tahun terakhir kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur. Informasi keberhasilan program disajikan melalui videotron utama serta berbagai stan instansi pemerintah, perbankan, BUMN, dan swasta.
“Lewat pameran ini kami akan menyuguhkan semua program-program keberhasilan yang telah dilaksanakan selama dua tahun terakhir,” ujarnya. Menurut Ady, publik diharapkan memahami hasil pembangunan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat mendukung agenda pembangunan berikutnya.
Pameran tersebut menyediakan dua ratus booth gratis bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk kuliner, jasa, dan kerajinan daerah. Pemerintah mencatat pendaftar mencapai sekitar enam ratus delapan puluh empat pelaku usaha sehingga diperlukan penambahan ruang partisipasi.
“Kami menyiapkan dua ratus booth secara gratis, tidak berbayar, untuk pelaku UMKM,” katanya. Ia menyebut langkah tersebut menjawab persoalan pemasaran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sektor riil daerah secara signifikan.
Terkait anggaran, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp1,791 miliar yang telah direncanakan sejak tahun sebelumnya untuk penyelenggaraan pameran pembangunan. Evaluasi dampak ekonomi akan dilakukan bersama Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik guna mengukur perputaran uang UMKM.
“Yang perlu kita lihat adalah dampaknya kepada pelaku UMKM dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Ady Mandala. Ia berharap pameran berlangsung 15–24 Agustus 2026 menjadi ruang edukasi, kemitraan usaha, pelestarian budaya, serta penguatan nasionalisme masyarakat NTT. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....