BMKG: Hujan Lokal Tidak Berarti Kemarau Berakhir
- 06 Agt 2026 14:41 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat Nusa Tenggara Timur tidak terkecoh dengan munculnya hujan lokal di beberapa wilayah. Cuaca berawan dan hujan sesaat yang terjadi belakangan ini bukan pertanda musim kemarau telah berakhir ataupun El Nino melemah.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kupang, Rahmattulloh Adji, mengatakan BMKG menerima banyak pertanyaan masyarakat setelah terjadi hujan di sejumlah daerah seperti Kefamenanu dan beberapa wilayah lain di NTT. Menurutnya, kondisi tersebut justru menunjukkan bahwa dinamika cuaca masih dipengaruhi faktor lokal dan regional.
“Jangan kaget kalau terjadi hujan, karena hujan juga dipengaruhi faktor-faktor lain. Jadi bukan El Nino saja yang berpengaruh,” kata Rahmattulloh Adji dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menegaskan El Nino yang saat ini berada pada kategori moderat hingga kuat tidak otomatis membuat seluruh wilayah NTT berhenti mengalami hujan. Hujan lokal masih dapat terjadi akibat pengaruh kelembapan setempat, kondisi atmosfer regional, dan suhu muka laut di sekitar wilayah NTT.
“Ketika kita bicara El Nino moderat atau kuat, itu bukan berarti tidak terjadi hujan sama sekali,” ujarnya.
Menurut Adji, masyarakat perlu memahami bahwa karakter setiap kejadian El Nino berbeda dan tidak bisa disamakan dengan kejadian ekstrem pada tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, BMKG meminta warga tidak menyederhanakan informasi cuaca hanya berdasarkan satu kejadian hujan.
BMKG juga mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah NTT masih berada dalam periode musim kemarau dengan curah hujan lebih rendah dibandingkan kondisi normal. Beberapa daerah bahkan telah mengalami hari tanpa hujan dalam durasi panjang sehingga kewaspadaan terhadap kekeringan tetap diperlukan.
“Kondisi atmosfer regional dan lokal masih dapat memicu hujan di beberapa wilayah, sehingga masyarakat tidak boleh langsung menyimpulkan kemarau sudah selesai,” ucap Adji.
Ia mengimbau masyarakat terus mengikuti pembaruan informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi cuaca yang belum terverifikasi. Menurutnya, langkah antisipasi seperti penghematan air dan menjaga sumber air bersih tetap harus dilakukan meskipun sesekali turun hujan.
“Ikuti terus informasi dari BMKG karena kondisi iklim dapat berubah dan informasi akan terus kami perbarui,” katanya, mengakhiri. (DB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....