Program “Tumbuh Sehat Tamma” Ubah Pangan Lokal Menjadi Makanan Bergizi untuk Balita

  • 30 Jul 2026 16:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- Kekayaan pangan lokal Desa Tamma kini disulap menjadi menu pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi tinggi. Lewat program “Tumbuh Sehat Tamma”, para kader Posyandu dan ibu balita diajak memanfaatkan ubi, singkong, serta daun kelor (marungga) untuk menekan angka stunting di wilayah Sumba Timur.

Kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang diprakarsai Tim PKM Universitas Nusa Cendana (Undana) bekerja sama dengan Puskesmas Mangili dan Pemerintah Desa Tamma ini disambut hangat dan penuh semangat oleh warga di Kantor Kepala Desa Tamma, Sabtu, 25 Juli 2026. Suasana interaktif terlihat saat sesi demo memasak berlangsung.

Para ibu kader dari enam Posyandu, seperti Posyandu Seruni I, Seruni II, Kecubung, Angsana, Nggurumuni, dan Kamboja, dipandu secara langsung membuat camilan sehat bergizi, seperti bolu kukus ubi ungu kelor dan finger food singkong-ayam. Sementara itu, Kepala Desa Tamma, Yohana Mora Henggi, menyampaikan apresiasi dan rasa optimisnya atas hadirnya program pemberdayaan ini di desanya.

“Kami di Desa Tamma sangat berterima kasih. Selama ini masalah stunting sudah kami rasakan beratnya, tetapi kami belum punya cukup bekal untuk menanganinya secara menyeluruh. Dengan adanya pelatihan pemanfaatan pangan lokal seperti singkong dan marungga, kami optimistis anak-anak balita di Desa Tamma bisa tumbuh lebih sehat,” ucap Yohana.

Ketua Tim PKM Undana, dr. Debora Shinta Liana, Sp.A, menjelaskan bahwa kader Posyandu sengaja dijadikan sasaran utama karena mereka adalah figur kunci yang paling dekat dan dipercaya oleh masyarakat. Menguatkan keterampilan para kader dianggap memberikan multiplier effect (efek berlipat) bagi edukasi gizi di tingkat rumah tangga.

“Kader Posyandu adalah pihak yang paling dekat dan paling dipercaya keluarga balita. Menguatkan kapasitas mereka akan memberi efek berlipat dibandingkan hanya menyasar ibu balita secara langsung,” jelasnya.

Tak hanya urusan dapur, warga juga diajak untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta membiasakan cuci tangan pakai sabun pada lima momen kritis untuk menjaga kesehatan balita. “Kedekatan kandang ternak dengan permukiman membuka risiko kontaminasi lingkungan yang turut memengaruhi kesehatan anak. Karena itu ibu balita juga dibekali edukasi cuci tangan pakai sabun pada lima momen kritis, higiene penyiapan makanan bayi, hingga pengelolaan kandang ternak yang aman,” ujar dr. Debora.

Sementara itu Kepala Desa Tamma, Yohana Mora Henggi mengatakan bahwa pemerintah Desa Tamma berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini dengan mengintegrasikan pembuatan makanan tambahan berbasis pangan lokal ke dalam agenda Posyandu rutin. Langkah ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi emas yang sehat dan cerdas di Desa Tamma.

“Kami akan mendukung penuh agar praktik yang sudah diajarkan ini tetap berjalan di kegiatan Posyandu rutin. Ini bukan hanya program sesaat, tapi investasi jangka panjang untuk generasi Desa Tamma,” tuturnya. (JR/dr.Debora)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....