Wali Kota Kupang Sebut Festival Budaya Simbol Keberagaman

  • 29 Jul 2026 10:10 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Wali Kota Kupang Christian Widodo menegaskan bahwa festival budaya bukan sekedar ajang hiburan melainkan wujud nyata keberagaman. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Event Budaya Multi Etnis di Kelurahan Namosain yang mengusung tema “Ragam Budaya, Satu Hati.”

“Hari ini kita tidak sekedar merayakan festival budaya, tetapi juga merayakan keberagaman dan kolaborasi yang hidup di Kota Kupang. Keberagaman bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan. Bukan menjadi jarak, tetapi menjadi jembatan yang menyatukan kita,” kata Wali Kota Kupang, Christian Widodo dalam keterangan resmi, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurut Christian Widodo, harmoni dapat diwujudkan melalui hidup berdampingan secara seimbang di tengah berbagai perbedaan suku, agama, dan budaya. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan Kota Kupang.

"Datang bersama adalah sebuah permulaan, tetap tinggal bersama adalah sebuah kemajuan, dan bekerja bersama adalah sebuah kesuksesan. Persatuan harus terus dijaga agar kita mampu berjalan bersama meski berbeda," ujar Wali Kota Kupang Christian Widodo.

Ketua Panitia, Bertha Hangge, mengatakan Kelurahan Namosain merupakan wilayah yang dihuni masyarakat dari berbagai suku, seperti Flores, Rote, Sumba, Sulawesi, dan daerah lainnya. Meski memiliki latar belakang yang beragam, masyarakat hidup rukun tanpa membedakan suku maupun agama.

"Keberagaman sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Namosain. Kami hidup berdampingan, saling menghargai, bahkan banyak yang sudah menjadi satu keluarga melalui ikatan pernikahan. Karena itu, perbedaan bukan menjadi persoalan, tetapi menjadi kekuatan," jelasnya.

Bertha menjelaskan, festival budaya Kelurahan Namosain akan dilaksanakan selama tiga hari dengan menampilkan pertunjukan seni dan UMKM. Pembukaan event budaya tersebut diawali dengan karnaval yang diikuti perwakilan dari 36 RT dan festival tari budaya yang diikuti 16 tim.

"Nanti akan ada persembahan lagu dan tarian dari delapan tim yang tampil setiap hari. Kami sebenarnya ingin melibatkan lebih banyak pelaku UMKM dan pengrajin tenun, tetapi kapasitas lokasi belum memungkinkan. Mudah-mudahan ke depan kegiatan ini bisa lebih besar lagi," ucap Bertha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....