Kampung Adat Boti Jadi Magnet Wisata Budaya di NTT

  • 28 Jul 2026 19:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kampung Adat Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang paling diminati di Nusa Tenggara Timur (NTT). Keunikan tradisi yang masih terjaga hingga kini menjadi magnet dan daya tarik utama, terutama bagi wisatawan mancanegara.

Influencer wisata NTT, Arianto Selly, mengatakan Kampung Adat Boti merupakan salah satu kampung adat tertua di NTT yang masih mempertahankan nilai-nilai budaya leluhur. “Keaslian kehidupan masyarakat menjadi alasan banyak wisatawan datang untuk mengenal lebih dekat tradisi mereka,” jelasnya saat berbincang di RRI Kupang, Minggu, 26 Juli 2026.

Menurut Ari, Kampung Adat Boti memiliki sejumlah keunikan yang sulit ditemukan di kampung adat lain di Indonesia. Salah satunya adalah sistem penanggalan yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. "Masyarakat Boti memiliki sistem perhitungan hari sendiri. Jika masyarakat umum mengenal tujuh hari dalam satu pekan, masyarakat Boti menggunakan siklus sembilan hari dalam kehidupan adat mereka," ujarnya.

Selain itu, kehidupan masyarakat Boti sangat erat dengan alam. Mereka menjadikan alam sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memenuhi kebutuhan hidup hingga menjaga keseimbangan lingkungan. Ia menjelaskan masyarakat Boti memiliki penghormatan yang tinggi terhadap alam. Nilai tersebut diwariskan secara turun-temurun sehingga berbagai aturan adat yang berlaku selalu mempertimbangkan kelestarian lingkungan.

“Keunikan budaya dan konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi membuat Kampung Adat Boti menjadi salah satu destinasi unggulan wisata budaya di NTT. Tidak hanya menawarkan panorama alam, kampung ini juga memberikan pengalaman belajar mengenai kearifan lokal yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman,” jelasnya.

Dengan kekayaan budaya yang dimiliki, Kampung Adat Boti diharapkan terus menjadi ikon wisata budaya NTT sekaligus memperkuat upaya pelestarian tradisi dan identitas masyarakat adat bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....