Gubernur NTT; Satgas MBG seluruh Kabupaten Harus Contohi Kota Kupang
- 28 Jun 2026 15:58 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong model koordinasi dan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan Pemerintah Kota Kupang menjadi rujukan bagi seluruh kabupaten/kota di NTT. Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas Program MBG Tingkat Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat 26 Juni 2026.
Gubernur menilai pembentukan Satgas MBG hingga tingkat kecamatan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok merupakan praktik baik yang layak direplikasi untuk mendukung keberhasilan program nasional tersebut.
"Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi harus menjadi contoh dan inspirasi bagi kabupaten/kota lain dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Konsolidasi dan koordinasi yang sudah dibangun perlu terus diperkuat agar manfaat program ini semakin dirasakan masyarakat," kata Melki Laka Lena dalam keterangan resmi, Minggu 28 Juni 2026.
Ia menegaskan, Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui pemanfaatan produk lokal. Karena itu, ia meminta kebutuhan bahan baku MBG lebih mengutamakan hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan produk UMKM asal NTT.
"Program ini harus menjadi penggerak ekonomi rakyat. Produk-produk lokal harus menjadi pilihan utama sehingga manfaat MBG tidak hanya dirasakan penerima makanan, tetapi juga para petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha," ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Selain itu, Gubernur meminta pelaksanaan MBG diarahkan secara lebih terukur untuk menekan angka stunting dan malnutrisi, terutama melalui perhatian terhadap ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo, dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 42 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dan melayani sekitar 107 ribu penerima manfaat di Kota Kupang. Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang juga telah membentuk Satgas MBG hingga tingkat kecamatan guna memastikan seluruh proses pelaksanaan program berjalan sesuai standar.
"Satgas ini akan memastikan quality control berjalan dengan baik, mulai dari kualitas makanan, kondisi dapur, pengelolaan limbah, hingga kelengkapan sertifikasi dan standar higiene sanitasi. Ini penting agar pelaksanaan MBG benar-benar aman, sehat, dan berkualitas," ujar Christian.
Program MBG, dijelaskan Wali Kota Christian, merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia, sehingga seluruh SPPG harus terus meningkatkan kualitas pelayanan, tata kelola, sanitasi, serta sistem monitoring dan evaluasi.
"Kita tidak hanya memberi makan, tetapi sedang menyiapkan masa depan. Kita tidak hanya berbicara tentang perut yang kenyang, tetapi sedang berinvestasi bagi generasi emas penerus bangsa," ucap Wali Kota Kupang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....