Air Bersih Jadi Kunci Peningkatan Produktivitas Petani di Kelurahan Naoni
- 12 Jun 2026 16:17 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Upaya mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Kota Kupang terus diperkuat melalui penyediaan akses air bersih dan pengembangan hortikultura di wilayah permukiman. Di tengah tantangan musim kemarau serta keterbatasan lahan perkotaan, program berbasis air bersih dan pertanian hortikultura dinilai mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang, Sabtu 6 Juni 2026, Senior Project Officer Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM), Yaret T. Nenobesi, menjelaskan bahwa air bersih menjadi salah satu fokus utama lembaganya karena masih menjadi persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, JPM yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat sejak 2019 berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, termasuk akses air bersih dan ketahanan pangan.
Yaret mengatakan JPM bersama mitra, termasuk melalui program PLN Peduli, telah mengembangkan sistem penyediaan air bersih dan irigasi untuk mendukung pertanian hortikultura di Kelurahan Naoni. Program tersebut tidak hanya menyediakan akses air bagi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mengalirkan air ke lahan-lahan komunal yang dikelola kelompok tani.
Selain itu, masyarakat mendapatkan pelatihan mengenai pertanian berkelanjutan, penggunaan pupuk organik, serta teknik budidaya yang ramah lingkungan. Sementara itu, Ketua Kelompok Tani sekaligus Ketua Komite Air Kelurahan Naoni, Domingus Anin, mengungkapkan bahwa sebelum program berjalan, warga di RT 19 RW 9 mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.
Banyak warga harus membeli air tangki atau berjalan jauh untuk mengambil air, sehingga aktivitas pertanian tidak dapat berkembang secara optimal. Menurut Domingus, kehadiran jaringan air bersih telah membawa perubahan signifikan.
Pekarangan yang sebelumnya gersang mulai ditanami berbagai komoditas hortikultura, bahkan sebagian anggota kelompok tani telah berhasil melakukan panen. Jumlah anggota kelompok tani juga meningkat dari 16 orang menjadi 30 orang, dengan sekitar 75 persen anggota kini fokus mengembangkan usaha hortikultura.
Lebih lanjut, Yaret menjelaskan bahwa keberlanjutan program dijaga melalui sistem pengelolaan air yang berbasis partisipasi masyarakat. Setiap sambungan rumah dilengkapi meter air sehingga penggunaan air dapat dihitung secara adil dan transparan.
JPM juga mendorong penerapan teknik irigasi yang efisien serta membangun aturan bersama untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat dipelihara dalam jangka panjang dan terhindar dari konflik sosial. Domingus menambahkan bahwa manfaat program tidak hanya dirasakan pada sektor pertanian, tetapi juga berdampak pada ekonomi keluarga dan kebutuhan rumah tangga.
Warga yang sebelumnya harus membeli sayuran kini dapat memanen hasil kebun sendiri, sementara peternak juga terbantu karena ketersediaan air untuk ternak menjadi lebih mudah. Ke depan, JPM berencana mereplikasi program serupa ke wilayah lain di Kabupaten Kupang agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses air bersih dan kesempatan mengembangkan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....