SOPAN; Budaya Patriarki Pemicu Tingginya Stunting di Sumba Timur

  • 28 Mei 2026 19:13 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Direktur Solidaritas Perempuan dan Anak, Yustina Dama Dia, menilai budaya patriarki menjadi pemicu tingginya angka stunting di Sumba Timur. Hal ini dinilai mempengaruhi pola asuh yang lebih dibebankan pada kelompok perempuan sementara keterlibatan laki-laki masih terbatas.

“Budaya di Sumba melihat bahwa urusan anak adalah urusan perempuan atau mama-mama. Kita coba lihat berapa banyak bapak-bapak yang mengantar anak ke posyandu, lebih banyak mama-mama,” kata direktur SOPAN Sumba, Yustina Dama Dia dalam Obrolan Bapote Pro4 RRI Kupang, Rabu, 27 Mei 2026.

Yustina Dama Dia menjelaskan bahwa keluarga sebagai lingkungan pertama dalam memastikan pemenuhan gizi untuk percepatan penurunan stunting. Karena itu, menurutnya, seluruh anggota keluarga perlu memiliki tanggung jawab yang sama dalam pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan anak.

“Kami coba dorong bagaimana peran keluarga dalam rumah berperan aktif. Atau dalam proses mencegah stunting minimal dalam satu rumah memiliki tanggung jawab yang sama terhadap anak-anak disekitar mereka,” ujar direktur SOPAN, Yustina.

Pemberian makanan tambahan dari bahan pangan lokal, dikatakan Yustina Dama Dia, dapat membantu mencegah stunting pada anak. Namun, minimnya informasi dan mitos yang masih dipercayai masyarakat menjadi penyebab rendahnya minat masyarakat un5uk mengonsumsi pangan lokal.

“Masyarakat tahu ada pangan lokal itu, tapi mereka tidak tahu kandungan gizi atau cara pengolahannya. Untuk itu, kami juga mendorong agar masyarakat dapat mengidentifikasi makanan lokal yang ada untuk diolah menjadi makanan yang bisa dikonsumsi baik anak balita atauibu hamil,” ujar Yustina Dama Dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....