Menggapai Kebahagiaan dan Ketenangan Batin Melalui Kesadaran Gambhira

  • 27 Mei 2026 15:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Kupang, Rabu 27 Mei 2026, menghadirkan refleksi spiritual bertema Menggapai Kebahagiaan dan Ketenangan Batin Melalui Kesadaran Gambhira yang dibawakan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Pancami T.S. Samosir. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa manusia perlu memiliki kesadaran yang mantap agar tidak mudah terombang-ambing oleh suka maupun duka kehidupan.

Melalui kutipan pustaka Rajatarangini, dijelaskan bahwa orang bijaksana akan tetap tenang dalam kondisi apa pun. Kesadaran seperti itu disebut sebagai kesadaran gambhira, yakni keadaan batin yang mendalam, sungguh-sungguh, namun tetap dipenuhi ketenangan dan kebahagiaan.

Menurut Pancami, banyak orang masih mudah terbawa emosi layaknya air setengah penuh di dalam periuk yang terus berguncang ketika dipanaskan. Ia menegaskan bahwa pikiran yang tidak stabil dapat membuat seseorang gagal menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Dalam ajaran Hindu, menjaga ketenangan batin menjadi bagian penting dalam menjalankan Dharma. Seseorang yang mampu memelihara kesadaran gambhira diyakini akan lebih mampu menghadapi berbagai persoalan hidup tanpa kehilangan arah maupun kendali diri.

Lebih lanjut dijelaskan, gambhira bukan berarti bersikap dingin atau tanpa perasaan, melainkan kesungguhan yang lahir bersama kebijaksanaan dan keceriaan spiritual. Dalam tradisi Hindu, sifat ini bahkan menjadi salah satu ciri manusia yang matang secara rohani, yakni memiliki keteguhan hati, disiplin hidup, dan kemampuan menjaga wibawa diri di tengah berbagai tantangan duniawi.

Pancami juga menguraikan bahwa kesadaran gambhira erat kaitannya dengan pengalaman spiritual yang mendalam. Seorang Sadhaka atau pencari spiritual yang telah mencapai tahap ini tidak lagi membedakan secara berlebihan antara pujian dan hinaan, untung dan rugi, maupun keberhasilan dan kegagalan.

Semua diterima dengan sikap seimbang karena batinnya telah berada dalam kedamaian yoga. Dalam penjelasannya, ia mencontohkan kisah Maharesi Visvamitra dalam pustaka suci Hindu.

Meski memiliki kesaktian besar, Visvamitra tetap menunjukkan ketenangan dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai gangguan. Hal tersebut menggambarkan bahwa orang suci memiliki kesadaran yang tidak mudah dipahami oleh pandangan duniawi, sebab mereka hidup dalam kedalaman spiritual yang sangat tinggi.

Di akhir siaran, Pancami menekankan bahwa kata “gembira” yang dikenal dalam bahasa Indonesia memiliki akar makna dari kata gambhira. Namun, jika gembira sering dipahami sebatas kesenangan duniawi, maka gambhira justru merujuk pada kebahagiaan spiritual yang lahir dari kedekatan dengan Tuhan.

Kesadaran inilah yang diyakini mampu membawa manusia menuju kehidupan yang damai, bahagia, dan penuh ketenangan batin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....