Mutiara Pagi: Siapa yang Menguasai Hatimu?
- 19 Mei 2026 11:23 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang: Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dinilai membawa tantangan baru bagi kehidupan rohani masyarakat. Di tengah kemudahan akses informasi dan media sosial, banyak orang justru kehilangan ketenangan batin, kedekatan dengan keluarga, hingga relasi spiritual dengan Tuhan. Kondisi ini menjadi perhatian dalam Program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Kupang, Minggu (17/5/2026), yang mengangkat tema “Siapa yang Menguasai Hatimu?” yang disampaikan oleh Yerniaman Laia,S.Th - Penyuluh Agama Kristen Kanwil Kemenag Prov. NTT.
Yerniaman Laia, menjelaskan bahwa dasar perenungan diambil dari Kitab Amsal 4 ayat 23 yang berbunyi, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Menurutnya, hati dalam pemahaman Alkitab bukan hanya soal perasaan, tetapi pusat pikiran, kehendak, karakter, serta arah hidup manusia.
Ia mengatakan, tantangan terbesar manusia saat ini bukan lagi sekadar perkembangan teknologi, melainkan hati yang kehilangan arah akibat terlalu dipenuhi suara dunia. Media sosial, menurutnya, sering membuat orang mudah iri, kehilangan rasa syukur, dan jauh dari damai sejahtera. Banyak orang aktif di dunia digital, tetapi perlahan kehilangan komunikasi dengan keluarga maupun kedekatan dengan Tuhan.
Yerniaman menilai dunia digital sedang memperebutkan hati manusia melalui berbagai distraksi yang mengalihkan perhatian dari kehidupan rohani. Ia mencontohkan kebiasaan banyak orang yang lebih dahulu membuka media sosial saat bangun tidur dibandingkan berdoa atau membaca Alkitab. Akibatnya, doa menjadi dingin, ibadah hanya formalitas, dan hubungan keluarga semakin renggang.
Menurutnya, umat beriman perlu memiliki “filter rohani” dalam menggunakan teknologi. Setiap informasi, tontonan, maupun komentar di media sosial perlu dipertimbangkan apakah mendekatkan diri kepada Tuhan atau justru menjauhkan dari nilai-nilai iman. Ia menegaskan tidak semua hal yang viral dan populer dapat membangun kehidupan rohani seseorang.
Yerniaman juga menyampaikan mengenai cara menyeimbangkan kehidupan duniawi dan rohani dengan menempatkan prioritas utama adalah Tuhan yang dapat dilakukan melalui doa, pembacaan firman, dan membangun hubungan rohani sejak awal hari. Dengan hati yang dipenuhi firman Tuhan, seseorang dinilai akan lebih mampu mengambil keputusan yang bijaksana dan menghadapi berbagai pergumulan hidup.
Ia menambahkan bahwa teknologi pada dasarnya bukan musuh, melainkan alat yang dapat dipakai untuk hal baik apabila dikendalikan dengan benar. Menurutnya, media digital dapat menjadi sarana memperluas pelayanan, menyebarkan kasih, serta memperkuat iman apabila digunakan secara bijak. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga hati dengan penuh kewaspadaan agar kehidupan tetap dipenuhi damai, pengharapan, dan kasih Tuhan di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....