Gubernur Melki Gaungkan Pesan Damai dan Toleransi di tengah Keberagaman Umat

  • 26 Mei 2026 14:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menggaungkan Pesan Damai dan Toleransi di tengah keberagaman Umat. Ia mengungkapkan seruan ini saat menghadiri perayaan puncak Hari Ulang Tahun ke-76 Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di GMIT Pola Tribuana Kalabahi, Senin, 25 Mei 2026.

Gubernur Melki menegaskan, momentum ini menjadi panggung penegasan pentingnya menjaga perdamaian, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia menuturkan, momentum HUT PGI di Kabupaten Alor tidak sekadar agenda seremonial gereja, tetapi menjadi pesan nasional bahwa daerah kepulauan dan wilayah perbatasan tetap memiliki posisi penting dalam perjalanan gereja dan pembangunan bangsa.

“Bagi kami di NTT, perayaan HUT PGI di Alor ini bukan cuma agenda gereja. Ini adalah kehormatan dan pesan bahwa daerah kepulauan, daerah perbatasan yang jauh dari pusat kekuasaan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan gereja dan perjalanan bangsa,” kata Melki dalam sambutannya.

Perayaan yang dihadiri peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu juga diwarnai keterlibatan lintas agama, pertunjukan budaya, seminar, hingga kegiatan ekonomi rakyat. Melki menyebut Alor menjadi gambaran nyata Indonesia yang majemuk karena masyarakatnya hidup dalam keberagaman agama dan budaya yang harmonis.

“Alor menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan alasan untuk saling menjauh,” ujarnya. Melki mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial di Alor dan NTT di tengah tantangan sosial yang pernah muncul beberapa waktu terakhir.

Ia menilai energi masyarakat tidak boleh lagi dihabiskan untuk konflik, tetapi diarahkan bagi pembangunan dan kesejahteraan bersama. Ia bahkan menyinggung hasil penelitian yang menyebut salah satu penyebab ketertinggalan NTT adalah tingginya energi masyarakat yang habis untuk konflik dibanding membangun persatuan.

“Kalau damai terjaga, pembangunan berjalan baik. Jangan sampai energi dan anggaran habis hanya untuk menyelesaikan konflik,” kata Melki.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat menjaga suasana damai pasca kegiatan PGI di Alor. “Saya berharap damai yang dibangun lewat HUT PGI ini terus menyertai Alor dan NTT,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Melki juga menekankan gereja memiliki peran strategis bukan hanya dalam urusan spiritual, tetapi juga pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga penguatan moral masyarakat. “Gereja hadir ketika masyarakat membutuhkan pendidikan, ketika orang sakit perlu dilayani, ketika keluarga miskin perlu dikuatkan, dan ketika bangsa membutuhkan suara nurani,” ujarnya tegas.

Menurut Melki, pelaksanaan sidang dan HUT PGI di Alor menjadi momentum memperkuat kontribusi gereja dalam menjawab berbagai persoalan sosial di Indonesia. Ia menilai rangkaian kegiatan yang digelar selama beberapa hari terakhir memperlihatkan gereja hadir langsung di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan itu meliputi sidang gereja, pameran UMKM, seminar kelautan, pentas budaya lintas agama, wisata rohani, hingga keterlibatan masyarakat dalam penyediaan penginapan dan pelayanan peserta. Melki secara khusus menyoroti seminar teknologi kelautan yang digelar dalam rangkaian kegiatan PGI. Ia menilai tema kemaritiman penting bagi NTT sebagai provinsi kepulauan.

“Laut bukan hanya ruang ekonomi dan transportasi, tetapi juga ruang hidup, ruang budaya, dan bagian dari ciptaan Tuhan yang harus dijaga,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Melki juga mempromosikan program penguatan ekonomi kerakyatan yang sedang dijalankan Pemerintah Provinsi NTT melalui pengembangan produk unggulan desa, sekolah, dan komunitas.

Ia menjelaskan konsep “One Village One Product”, “One School One Product”, dan pengembangan ruang pemasaran produk UMKM lokal sedang didorong agar produk-produk masyarakat NTT memiliki nilai ekonomi lebih besar.

“Kami ingin produk UMKM NTT bisa tampil di tempat-tempat yang terhormat dan menjadi kebanggaan daerah. Setiap desa minimal punya satu produk unggulan, sekolah juga punya produk unggulan,” ujarnya.

Menurut Melki, kegiatan PGI yang menghadirkan pameran UMKM menjadi kesempatan penting memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat Alor dan NTT kepada peserta dari seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Pdt. Jacklevyn Manuputty mengatakan PGI membawa pulang pengalaman penting tentang kehidupan toleransi, persaudaraan lintas iman, dan relasi masyarakat pesisir dengan alam serta laut selama enam hari kegiatan berlangsung di Alor.

“Kami datang, kami dengar, kami rasakan, dan kami membawa pulang nilai-nilai persaudaraan serta cinta kasih yang luar biasa dari Alor,” kata Jacklevyn. (rls/at)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....