Biji Kelor Dinilai Lebih Aman Jadi Pengawet Pangan Alami

  • 25 Mei 2026 07:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pemanfaatan biji kelor sebagai pengawet alami dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pengawet kimia sintetis. Hal tersebut disampaikan teknisi Laboratorium Pengawasan Mutu Pangan Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Katrin Paulina Rambu Lodongo, dalam dialog bersama RRI Kupang, Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut Katrin, penggunaan ekstrak biji kelor lebih aman, mudah diperoleh, terjangkau dan ramah lingkungan. Pengawet alami juga dinilai lebih baik bagi kesehatan dibandingkan penggunaan bahan pengawet sintetis secara berlebihan.

“Penggunaan pengawet kimia sintetis yang tidak sesuai takaran dapat berdampak pada kesehatan tubuh, terutama mengganggu sistem pencernaan. Karena itu, pengembangan bahan pengawet alami menjadi alternatif yang terus diteliti,” ujarnya.

Dalam penelitiannya, Ia menggunakan ekstrak biji kelor pada produk tahu putih yang disimpan pada suhu ruang. Tahu direndam menggunakan ekstrak biji kelor selama dua hari sebelum dilakukan penghitungan jumlah mikroba di laboratorium.

“Hasil penelitian menunjukkan ekstrak biji kelor mampu membantu memperpanjang umur simpan tahu. Kandungan senyawa bioaktif di dalam biji kelor diketahui dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada produk pangan,” kata Katrin.

Selain tahu, ia mengaku memiliki rencana untuk mengembangkan penelitian penggunaan ekstrak biji kelor pada produk olahan daging seperti bakso dan sosis. Namun hingga saat ini penelitian tersebut masih dalam tahap rencana.

“Penerapan ekstrak biji kelor pada berbagai produk pangan tetap harus melalui pengujian laboratorium terlebih dahulu. Hal itu dilakukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan ekstrak pada setiap jenis pangan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan penelitian mengenai biji kelor mulai dilakukannya saat menjadi mahasiswa tingkat akhir di Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Ide penelitian tersebut berawal dari masukan dosen pembimbing untuk mengangkat potensi lokal biji kelor sebagai inovasi pangan alami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....