Iman Teguh Membawa Umat Menang Hadapi Penganiayaan

  • 19 Mei 2026 19:11 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Penyuluh Agama Katolik pada Bidang Urusan Agama Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Zakarias Paus Tola, mengajak umat Katolik untuk tetap teguh dalam iman dan tidak takut menghadapi tantangan hidup. Ia menegaskan bahwa keberanian para murid Yesus menghadapi penganiayaan lahir dari keyakinan bahwa Yesus datang dari Allah dan selalu menyertai umat-Nya.

“Para murid dan pengikut Yesus begitu tegar menghadapi penganiayaan karena mereka percaya bahwa Yesus datang dari Allah. Mereka juga percaya penuh pada sabda Yesus bahwa Ia telah mengalahkan dunia dan akan selalu menyertai umat-Nya sampai akhir zaman,” kata Zakarias Paus Tola melalui refleksi iman yang disampaikan di Pro 1 RRI Kupang, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kekuatan iman para murid bukan semata karena kemampuan mengingat ajaran Yesus, melainkan karena karya Roh Kudus yang terus mengajarkan dan mengingatkan mereka akan sabda Tuhan. Menurutnya, Roh Kudus menjadi sumber penghiburan dan kekuatan bagi setiap orang beriman dalam menghadapi tekanan hidup.

Zakarias mengatakan, Yesus telah menjanjikan damai sejahtera sejati kepada para pengikut-Nya meski harus menghadapi penderitaan dan penganiayaan di dunia. Ia menilai, kualitas iman Kristiani justru tampak ketika seseorang tetap bertahan dalam kebenaran di tengah situasi intoleransi, tekanan, hinaan, maupun ancaman.

“Dalam dunia ini orang beriman bisa mengalami penderitaan, tetapi Yesus meminta umat-Nya untuk tetap kuat dan tidak gentar. Iman yang sejati akan teruji ketika manusia tetap hidup benar dan mengandalkan kasih Allah yang tanpa batas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pada akhirnya kebenaran dan kasih Allah akan keluar sebagai pemenang atas segala bentuk kejahatan dan kebencian manusia. Kebangkitan Yesus, lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa kuasa kasih lebih besar daripada kekuatan dunia yang jahat.

Melalui refleksi bacaan iman tersebut, Zakarias juga mengajak umat Kristiani untuk tetap setia menjalani panggilan kemuridan meski penuh tantangan dan persoalan hidup. Ia mengingatkan bahwa setiap salib kehidupan tidak dipikul sendiri, sebab Kristus senantiasa hadir mendampingi dan menolong umat-Nya dalam setiap perjalanan kehidupan.

Ia berharap, umat Kristiani semakin memiliki keberanian, keteguhan hati, serta damai sejahtera dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk terus membangun relasi harmonis dengan Allah dan sesama dalam semangat kasih, persaudaraan, dan pengharapan. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....