Pentingnya Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan Bagi Generasi Muda

  • 18 Mei 2026 10:48 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang- Generasi muda bukan sekadar penerus bangsa, melainkan calon pemimpin masa depan yang harus dibekali karakter yang kokoh dan berwawasan kebangsaan. Salah satu instrumen krusial dalam membentuk jiwa kepemimpinan tersebut adalah dengan memahami serta mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

Menurut Maria Gemma G. Orpa Beribe, siswi berprestasi yang berhasil menyabet Juara 3 dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2025, memahami Empat Pilar sejak usia muda teramat krusial. Jika ruang kosong di dalam diri anak muda tidak diisi dengan pemahaman kebangsaan yang kuat, maka ruang tersebut akan mudah disusupi oleh ideologi lain atau tren global yang belum tentu cocok dengan karakter bangsa.

"Selama ini kita sering mendengar bahwa Pancasila atau UUD 1945 cuma sebagai hafalan kuno di sekolah. Saya ingin membuktikan bahwa nilai-nilai di dalamnya justru bisa menjadi life hacks bagi kita untuk menavigasi diri di tengah gempuran budaya luar," ujarnya dalam Obrolan Kita Indonesia RRI Pro 4 Kupang, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia menilai, setiap pilar saling sambung-menyambung dalam kehidupan sehari-hari, seperti Pancasila sebagai gaya hidup, Bhineka Tunggal Ika sebagai cara merangkul perbedaan, UUD 1945 selaku jaminan hak warga negara, dan NKRI sebagai rumah bersama yang wajib dijaga. Menguasai materi Empat Pilar yang sangat padat bukanlah perkara mudah, terlebih tim Gema yang beranggotakan 10 orang hanya memiliki waktu persiapan satu bulan.

Tantangan terberatnya bukan sekadar menghafal teks konstitusi, melainkan bagaimana membedah kasus-kasus viral di media sosial lalu menganalisisnya berdasarkan sudut pandang hukum negara. "Kami dituntut kritis melihat apakah teori yang ada di buku bisa benar-benar diterapkan di lapangan untuk mengatasi berbagai masalah saat ini. Solusinya, kami rutin berdiskusi kritis dan saling berbagi cerita untuk mengatasi kesulitan teknis satu sama lain," tambahnya.

Gema juga menyoroti realita generasi muda saat ini. Menurutnya, kalau pada level "tahu atau hafal", mayoritas anak muda sudah menguasainya karena diajarkan sejak Sekolah Dasar, namun, untuk sampai pada level tindakan, generasi muda masih terus berproses karena rentan termakan informasi palsu (hoax) serta terjebak dalam pusaran kebencian akibat perbedaan pandangan di media sosial.

Selain itu, ia juga menyoroti fenomena FOMO (Fear of Missing Out) atau ketakutan ketinggalan tren yang kerap menjebak remaja. Tren fomo terhadap gaya hidup luar negeri terkadang membuat anak muda menuntut hal-hal yang bukan prioritas, yang lambat laun dapat merobohkan fondasi persatuan.

"Mulai sekarang generasi muda harus stop ikut tren fomo-fomoan. Lebih baik kita membangun negeri ini dengan cara mencintai produk-produk dalam negeri dan fokus pada tanggung jawab diri sendiri," ujarnya.

Ia menegaskan, dengan belajar Empat Pilar, akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan seseorang. Baginya, esensi pemimpin sejati bukanlah sosok yang berdiri paling depan lalu berteriak, melainkan mereka yang mampu merangkul perbedaan pendapat di dalam timnya.

"Hal yang paling penting adalah kita harus berani memimpin diri kita sendiri terlebih dahulu. Mengontrol prioritas dan tanggung jawab pribadi, sebelum akhirnya kita mampu memimpin orang lain di dalam tim," katanya.

Di akhir perbincangan, Gema mengajak seluruh generasi muda untuk berhenti menjadi penonton dan mulai mengambil langkah nyata. Nasionalisme di era modern tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan dengan mengukir prestasi di bidang masing-masing serta berkontribusi aktif secara inklusif.

"Indonesia itu milik kita, generasi muda yang akan menulis masa depan. Indonesia tidak butuh banyak orang yang cuma pintar berbicara soal teori, tapi Indonesia butuh anak muda yang berani mengambil peran sekecil apa pun itu," katanya, mengakhiri. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....