Penenggelaman Rumah Ikan Buatan, Langkah Nyata Hadapi Perubahan Iklim
- 16 Mei 2026 05:53 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang- Komunitas Majelis Nelayan Bersatu, Kelompok Usaha Bersatu (KUB) Angsa Laut Oesapa, dan Yayasan Pikul bekerja sama melaksanakan kegiatan penenggelaman struktur fish apartemen atau rumah ikan buatan di perairan pesisir Pantai Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (13/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ekosistem bawah laut agar tetap sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat pesisir di tengah dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan para nelayan.
Perubahan iklim telah memicu berbagai persoalan di wilayah laut, mulai dari kenaikan suhu air, kerusakan habitat alami ikan, hingga perpindahan populasi ikan ke wilayah lain. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap menurunnya hasil tangkapan nelayan dan mengancam ketersediaan ikan sebagai sumber pangan utama masyarakat pesisir.
Melalui pemasangan rumah ikan buatan ini, komunitas nelayan bersama Yayasan Pikul berupaya menyediakan ruang berlindung, tempat berkembang biak, dan area mencari makan bagi berbagai jenis biota laut. Kehadiran struktur tersebut diharapkan mampu membantu pemulihan populasi ikan serta menjaga keseimbangan ekosistem laut di kawasan pesisir Oesapa.
Ketua KUB Nelayan Angsa Laut, Muhammad Mansyur Dokeng, mengatakan para nelayan kini merasakan langsung dampak perubahan iklim terhadap kehidupan mereka sehari-hari. “Kami merasakan langsung dampak perubahan iklim yang membuat hasil tangkapan tidak menentu. Kami sadar, tidak cukup hanya mengambil manfaat dari laut, tapi kami juga harus berusaha menjaganya agar tetap memberi kehidupan bagi kami dan generasi mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan rumah ikan sangat penting untuk menjamin ketersediaan pangan masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil laut. “Ketahanan pangan laut adalah jaminan hidup kami. Dengan adanya tempat tinggal buatan ini, kami berharap ikan akan datang dan tinggal di sekitar perairan kami, sehingga kebutuhan pangan keluarga dan masyarakat sekitar tetap terpenuhi meski kondisi alam sedang berubah,” tambah Mansyur.
Selain menjaga ekosistem laut, kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya keterlibatan perempuan dalam komunitas nelayan. Perempuan pesisir selama ini tidak hanya berperan mengurus rumah tangga, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi dan sosial yang mendukung kehidupan keluarga nelayan.
Dalam kegiatan konservasi seperti penenggelaman rumah ikan, perempuan turut mengambil bagian dalam perencanaan, pengorganisasian komunitas, hingga kampanye kesadaran lingkungan. Keterlibatan perempuan dinilai penting karena mereka memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan mendorong keberlanjutan sumber daya laut. (JR/Shinta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....