RPJMD Sumba Barat Fokus pada Lima Program Prioritas

  • 09 Mei 2026 14:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melalui Kepala Bapperida, Charles Hermana Weru, memaparkan arah pembangunan daerah dalam dokumen RPJMD 2025-2029 kepada RRI dalam Dialog Sumba Menyapa, Selasa, 5 Mei 2026.

Perencanaan ini disusun sebagai peta jalan strategis untuk membawa perubahan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Sumba Barat selama lima tahun ke depan. Dokumen ini bukan sekadar rencana formal, melainkan pedoman operasional pembangunan daerah.

Fokus pertama adalah pembangunan ekonomi berbasis pertanian dengan sektor pariwisata sebagai penggerak utamanya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Pemerintah menargetkan optimalisasi potensi lokal agar masyarakat dapat mandiri secara ekonomi dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Melalui strategi ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat dirasakan merata hingga ke tingkat pedesaan.

Prioritas kedua menyasar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor kesehatan dan pendidikan yang berkualitas. Salah satu target besarnya adalah mewujudkan Sumba Barat yang bebas dari masalah stunting dan meningkatkan angka sekolah. SDM yang unggul dianggap sebagai fondasi utama untuk mencapai kemajuan daerah yang berkelanjutan.

Selanjutnya, pembangunan infrastruktur dan penataan ruang yang berwawasan lingkungan menjadi pilar ketiga dalam strategi pembangunan kabupaten ini. Pemerintah berkomitmen menjamin aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah guna mendukung mobilitas warga dan distribusi hasil bumi. Hal ini mencakup perbaikan jalan hingga penyediaan fasilitas dasar yang lebih memadai.

Pilar keempat berkaitan dengan peningkatan ketentraman, ketertiban umum, serta penguatan ketahanan bencana bagi seluruh warga masyarakat. Keamanan wilayah dipandang sebagai prakondisi penting agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan. Selain itu, kesetaraan gender dan perlindungan anak juga menjadi poin krusial dalam misi ini.

Reformasi birokrasi menjadi prioritas kelima dengan menekankan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta profesional. Digitalisasi layanan publik melalui sistem SPBE terus didorong untuk memudahkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan pemerintah daerah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan birokrasi yang bersih dan benar-benar melayani kebutuhan publik.

Charles menekankan bahwa keberhasilan seluruh rencana ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dan dukungan penuh masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Sumba Barat yang maju dan berkeadilan. Tanpa dukungan tersebut, dokumen perencanaan ini tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....