Wabup SBD Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perkuat Perlindungan Anak

  • 30 Mei 2026 14:52 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alpawan Rangga Kaka, SP, secara resmi membuka Pertemuan Koordinasi dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mendukung Sistem Perlindungan Anak di Kabupaten Sumba Barat Daya, Rabu, 20 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam mendukung program perlindungan anak yang berkelanjutan melalui penguatan alokasi anggaran daerah.

Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten SBD dalam membangun sistem perlindungan anak yang lebih efektif dan terintegrasi. Langkah ini diambil untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan, mulai dari keterbatasan akses layanan hingga persoalan sosial yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dominikus Alpawan menegaskan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Menurutnya, setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif agar mampu berkembang secara optimal sebagai generasi penerus pembangunan.

Ia menambahkan bahwa upaya perlindungan anak sejalan dengan visi besar Kabupaten Sumba Barat Daya Hebat yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, cita-cita tersebut hanya dapat terwujud apabila generasi muda memperoleh perlindungan, pendidikan yang layak, serta pengasuhan yang berkualitas.

Wabup juga menekankan pentingnya mengintegrasikan kebutuhan anak ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah. Keselarasan program harus diwujudkan secara nyata mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga satuan pendidikan, sehingga setiap kebijakan pembangunan mampu memberikan manfaat langsung bagi anak-anak.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten SBD menyampaikan apresiasi kepada berbagai lembaga mitra yang konsisten mengawal isu perlindungan anak, termasuk Stimulant Institute Sumba dan Save the Children. Pertemuan yang dihadiri pimpinan OPD, organisasi masyarakat, lembaga perlindungan perempuan dan anak, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya ini menghasilkan komitmen bersama untuk mengoptimalkan sumber daya dan memperkuat kolaborasi demi mewujudkan lingkungan Sumba Barat Daya yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak. (Jl)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....