Sumba Barat Gelar Konser Doa Satu Juta

  • 06 Jun 2026 14:47 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Pemerintah Kabupaten Sumba Barat bersama dengan berbagai elemen masyarakat dan tokoh lintas denominasi gereja bersiap untuk menyelenggarakan sebuah gerakan spiritual berskala besar.

Kegiatan yang bertajuk Konser Doa 1 Juta Penyembah dan Doa untuk Indonesia ini direncanakan berlangsung secara megah dan terbuka bagi seluruh kalangan umat beriman. Sinergitas ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang masif bagi dinamika kehidupan sosial bermasyarakat setempat.

Acara monumental ini mengusung tema sentral yaitu Sumba Barat Penuh Kemuliaan Tuhan yang bertujuan untuk membangkitkan semangat kebersamaan di tengah krisis multidimensi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, gerakan akbar tersebut diinisiasi oleh Pendeta Iin Cipto dan didukung penuh oleh organisasi From Glory to Glory Ministry. Kegerakan spiritual ini dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 7 Juni 2026, bertempat di Lapangan Mandelu.

Panitia pelaksana mengonfirmasi bahwa persiapan teknis dan non-teknis di lapangan saat ini telah mendekati rampung atau mencapai kisaran sembilan puluh persen. Fokus utama penyelenggara kini adalah memastikan kenyamanan dan ketertiban mengingat target mobilisasi massa diproyeksikan mampu menyerap hingga dua puluh ribu jiwa. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar diyakini menjadi representasi kesatuan hati umat dalam memohon pemulihan total bagi wilayah Sumba.

Ketua From Glory to Glory Ministry, David Trisnadi, mengungkapkan bahwa Sumba Barat dipilih secara khusus karena memiliki potensi alam yang sangat luar biasa namun masih menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat. Melalui momentum doa bersama ini, diharapkan akan terjadi sebuah perubahan paradigma atau cara berpikir yang baru dan segar bagi seluruh masyarakat lokal. Transformasi pemikiran tersebut dinilai menjadi kunci utama untuk memutus rantai ketertinggalan daerah secara berkelanjutan.

Dukungan penuh yang datang secara langsung dari Bupati Sumba Barat beserta jajaran struktural pemerintah daerah menjadi dorongan moril yang sangat signifikan bagi seluruh panitia. Pemerintah daerah menilai bahwa dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, selain kerja keras fisik, intervensi spiritual melalui doa bersama juga mutlak diperlukan. Langkah kolaboratif ini mencerminkan komitmen kuat antara umarah dan ulama di Sumba Barat.

Menariknya, gerakan doa ini tidak hanya berlangsung di Pulau Sumba saja, melainkan akan dilaksanakan secara serentak di tiga puluh delapan provinsi di seluruh Indonesia. Meskipun terdapat perbedaan zona waktu, gelombang doa nasional ini akan disatukan dengan visi yang sama demi kesejahteraan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan berskala nasional ini diharapkan memicu kebangkitan rohani dan ekonomi dari wilayah barat hingga ke timur.

Menutup keterangannya, pihak penyelenggara secara resmi mengundang seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang doktrin atau dogma, untuk hadir memadati Lapangan Mandelu tepat pada pukul dua siang. Konser doa yang akan berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini diharapkan memancarkan terang kebaikan yang berdampak luas. Kebersamaan dalam momen spiritual ini dipandang sebagai awal dari era baru kebangkitan Sumba Barat menuju masa depan cerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....