Penyuluh Agama Hindu NTT Ajak Temukan Damai lewat Karma Yoga

  • 06 Mei 2026 04:37 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Penyuluh Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama NTT, I Gusti Ayu Sukarmiasih, mengajak umat menemukan kedamaian batin melalui jalan Karma Yoga, yakni dengan tetap bekerja dan menjalankan tanggung jawab duniawi tanpa keterikatan pada hasil, sebagaimana diajarkan dalam Bhagawadgita.

“Kedamaian batin tidak harus dicari dengan meninggalkan dunia atau pekerjaan. Justru melalui Karma Yoga, seseorang bisa tetap aktif bekerja namun memiliki hati yang damai seperti seorang pertapa,” ujar Ayu Sukarmiasih di Pro1 RRI Kupang, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menjelaskan, banyak orang keliru memahami bahwa ketenangan hanya bisa diraih dengan menjauh dari hiruk pikuk kehidupan. Padahal, ajaran dalam Bhagawadgita menawarkan pendekatan berbeda, yakni tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan kesadaran spiritual yang tinggi.

Menurutnya, salah satu kunci utama dalam Karma Yoga adalah konsep Niskama Karma atau bekerja tanpa terikat pada hasil. Ketidaktenangan batin, kata dia, sering kali muncul bukan karena pekerjaan itu sendiri, melainkan karena kecemasan terhadap hasil, seperti keinginan akan pujian atau ketakutan akan kegagalan.

“Dalam Bhagawadgita Bab II Sloka 47 ditegaskan bahwa manusia berhak bekerja, tetapi tidak berhak atas hasilnya. Ketika seseorang mampu melepaskan keterikatan pada hasil, maka kecemasan akan hilang dan kedamaian akan datang dengan sendirinya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pekerjaan dapat menjadi jalan spiritual jika diniatkan sebagai persembahan atau yadnya kepada Ida Sang Hyang Widhi. Dengan niat yang tulus, setiap pekerjaan, apa pun bentuknya, menjadi suci dan bernilai ibadah.

“Jika bekerja hanya demi imbalan, maka pekerjaan terasa berat. Namun jika diniatkan sebagai persembahan, maka pekerjaan itu menjadi ringan dan penuh makna,” ujarnya.

Selain itu, Sukarmiasih menekankan pentingnya menjaga keseimbangan batin atau samatvam. Ia menyebut, seorang praktisi Karma Yoga tidak mudah terpengaruh oleh pujian maupun cercaan, karena memahami bahwa keberhasilan dan kegagalan adalah bagian dari kehidupan.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan tanpa pamrih atau seva menjadi salah satu jalan untuk meraih kedamaian sejati. Dengan membantu orang lain, seseorang tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga menenangkan jiwanya sendiri.

“Kedamaian batin tidak ditemukan di akhir perjalanan, melainkan di setiap langkah yang dilakukan dengan tulus. Bekerjalah dengan cinta, berikan yang terbaik, dan biarkan Tuhan yang menentukan hasilnya,” katanya, mengakhiri. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....