Floratama Academy 2026 Bekali UMKM dengan Standarisasi dan Narasi Produk
- 30 Apr 2026 08:18 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus memperkuat peran pelaku UMKM lokal melalui program Floratama Academy 2026, dengan fokus pada peningkatan kualitas produk agar mampu menembus pasar industri pariwisata kelas dunia di Labuan Bajo. Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, SH, dalam Wawancara Kupang Pagi Ini bersama Pro 1 RRI Kupang Rabu, 29 April 2026 menjelaskan bahwa program ini menitikberatkan pada penerapan standarisasi produk yang ketat, mulai dari aspek higienitas pangan hingga konsistensi pasokan.
Langkah ini dinilai penting untuk meyakinkan pihak hotel berbintang agar beralih menggunakan produk lokal dibandingkan mendatangkan dari luar daerah.
“Hal yang paling menantang adalah bagaimana pelaku UMKM lokal bisa menembus dapur hotel berbintang lima. Karena itu kami fokus pada standarisasi agar pihak hotel yakin untuk beralih ke produk lokal,” ujar Andhy Marpaung.
Menurutnya, dengan kualitas yang terjaga dan memenuhi standar industri, UMKM di wilayah Floratama memiliki peluang besar untuk masuk ke rantai pasok hotel maupun toko suvenir di kawasan destinasi super prioritas tersebut. Selain penguatan teknis, Floratama Academy 2026 juga menerapkan sistem inkubasi berbasis kompetisi.
Para peserta didorong untuk mempresentasikan ide bisnis atau pitching guna mendapatkan akses pendanaan awal. Metode ini bertujuan melatih mentalitas pelaku usaha agar lebih kompetitif dan profesional dalam menarik minat investor.
Program ini juga menyediakan dana stimulan atau seed funding sebagai bentuk dukungan nyata bagi pelaku industri kreatif untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk unggulan bernilai jual tinggi. Tak hanya itu, BPOLBF juga menekankan pentingnya membangun narasi produk atau storytelling sebagai nilai tambah.
Andhy menyebut, wisatawan saat ini tidak hanya membeli produk, tetapi juga mencari cerita di baliknya.
“Wisatawan tidak hanya mencari barang, tetapi juga cerita. Karena itu pelaku UMKM didorong untuk membangun narasi kuat pada produk mereka, misalnya dari filosofi tenun atau sejarah kopi lokal,” katanya.
Melalui kombinasi standarisasi, penguatan kapasitas usaha, serta storytelling yang kuat, Floratama Academy diharapkan mampu mencetak generasi baru wirausahawan Flores yang tangguh dan siap bersaing di pasar global. Upaya ini juga menjadi bagian dari transformasi ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Timur, agar pelaku UMKM lokal dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan tersebut. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....