PIP Hadir melalui Bimtek Menjahit “Kampung UMi Klaster Tenun” Dukung Tenun di TTU
- 17 Sep 2026 13:53 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pusat Investasi Pemerintah (PIP), selaku SMV Kemenkeu, bersama Kanwil Ditjen Perbendaharaan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Menjahit bagi penenun binaan di Kampung UMi klaster Tenun yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Dukungan ini dilaksanakan selama 18 hari di Gerai Nice Handycraft, Jalan Vetnai, Kota Kupang mulai 14 September s.d 30 September 2026 dan diikuti oleh 12 penenun (10 wanita, 2 pria) dari 6 (enam) desa, dan 11 kelompok.
Kegiatan peresmian pembukaan bimtek secara simbolis dilakukan oleh Dirgohaju Widodo selaku Perwakilan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Nusa Tenggara Timur bersama Perwakilan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dengan penyerahan bantuan alat menjahit ke para peserta bimtek. Nining Estiningsih selaku instruktur menjahit sangat berpengalaman sebagai penjahit dan desainer pakaian berbahan tenun.
Para peserta didampingi oleh enam (6) instruktur dan dua (2) local hero terlihat sangat antusias belajar, mulai dari dasar menjahit, membuat pola dan praktek menjahit hingga tak terasa jam pelatihan telah selesai pada jam 5 sore, mereka antusias meminta agar materi menjahit terus dilanjutkan hingga pukul 6 sore. Inisiatif pemberdayaan usaha mikro yang diwujudkan oleh PIP berbasis pada pemberdayaan potensi lokal guna memperkuat ekosistem produk tenun secara terpadu, mulai dari penyediaan bahan baku, pelatihan, dukungan alat produksi, peningkatan kualitas, pengemasan, pemasaran hingga akses pembiayaan yang berkelanjutan.

Kegiatan bimtek menjahit sebagai upaya implementasi program hilirisasi atau turunan produk yang pasti meningkatkan nilai tambah dan kebermanfaatan produk tenun untuk menjadi produk fashion dan aksesories bernilai tinggi seperti pakaian, outwear, tas, dompet, selendang, tableware, souvenir dan produk dekorasi rumah. Pembinaan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di tahun ke-3 pada program unggulan Kampung UMi Klaster Tenun yang berupa Bimtek Menjahit diharapkan mampu mendorong kolaborasi antar pihak dalam mendukung UMKM NTT semakin mandiri dan naik kelas sekaligus membuka peluang generasi muda sebagai penerus untuk memiliki kepedulian dalam melestarikan kekayaan tenun NTT dan mengangkat nilai ekonomisnya sehingga bisa dikenal hingga mancanegara melalui produk turunannya yang berkualitas.
Sinergi dan komitmen kuat oleh seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pemberdayaan UMKM harus diwujudkan dengan langkah nyata. Peningkatan skill dan kompetensi penenun yang telah dilakukan PIP tentunya dapat menjadi katalisator yang memicu semangat sinergi lintas sektoral sehingga pelaku usaha merasakan kehadiran dan kontribusi Pemerintah disekitar kehidupan sehari-hari mereka. (rls/at)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....