Precious Gift NTT, Bukti Kreativitas Bisa Jadi Peluang Usaha

  • 27 Agt 2026 08:45 WIB
  •  Kupang

RRI.COID, Kupang - Pengalaman menerima kado wisuda dalam kondisi rusak saat pandemi COVID-19 menjadi titik awal Victoria Ludony mengembangkan usaha cenderamata kreatif Precious Gift NTT di Kota Kupang.

Victoria Ludony yang akrab disapa Ria menceritakan perjalanan usahanya dalam program Obrolan Teras UMKM Pro 4 RRI Kupang, Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia mengatakan, ide mendirikan usaha tersebut berawal dari pengalaman pribadinya ketika menjalani wisuda secara daring pada 2020. Saat itu, sejumlah kado wisuda yang dikirimkan teman-temannya dari Surabaya tiba dalam kondisi rusak setelah melalui perjalanan jauh.

Kondisi tersebut kemudian mendorong Victoria melihat peluang usaha di bidang cenderamata dan hadiah custom, terutama karena pandemi membatasi pertemuan secara langsung.

“Beta sendiri suka memberi kado yang unik dan custom-made. Dari pengalaman itu dan melihat peluang di Kupang yang belum terlalu banyak, beta coba wujudkan impian untuk mulai usaha sendiri di usia 20-an awal,” ujar Victoria.

Pada awal berdiri, Precious Gift NTT hanya menawarkan produk sederhana seperti foto polaroid dan bingkai foto. Seiring berjalannya waktu, produk yang ditawarkan semakin beragam, mulai dari bingkai foto 2D dan 3D, hingga produk keepsake untuk mengabadikan berbagai momen penting.

Salah satu layanan yang dikembangkan adalah pengawetan benda-benda yang memiliki nilai emosional, seperti buket bunga pernikahan, selendang, dan medali wisuda dalam bingkai tiga dimensi.

Selain itu, Precious Gift NTT juga menyediakan gelas dan tumbler custom yang dapat digunakan sebagai hadiah personal maupun kebutuhan berbagai kegiatan dan acara.

Victoria mengatakan, kreativitas dan inovasi menjadi bagian penting dalam mempertahankan usaha. Menurutnya, pelaku UMKM perlu terus menghadirkan pilihan produk agar konsumen tidak merasa bosan.

“Kreativitas dan inovasi itu paling penting. Ketong mengejar inovasi supaya pelanggan punya banyak pilihan dan tidak bosan,” jelasnya.

Dalam menjalankan usahanya, Victoria juga menekankan pentingnya komunikasi yang detail dengan pelanggan. Hal tersebut diperlukan agar produk yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan harapan konsumen.

Dari yang awalnya dikerjakan seorang diri, Precious Gift NTT kini telah berkembang dan didukung oleh tim kerja dengan sistem shift. Usaha tersebut melayani pelanggan dari toko fisik di kawasan Kuanino, Kota Kupang, serta melalui media sosial.

Victoria berharap perjalanan usahanya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya anak muda dan pelaku UMKM pemula, untuk tidak ragu memulai usaha meskipun memiliki keterbatasan modal.

“Jangan pernah melihat apa yang kita belum punya, tetapi manfaatkan apa yang kita punya semaksimal mungkin. Jangan takut keterbatasan modal uang, start small dulu sambil belajar dari proses. Selama mau berusaha, pasti ada jalan,” pungkasnya.

Perjalanan Precious Gift NTT menunjukkan bahwa sebuah usaha dapat lahir dari pengalaman sederhana. Dengan melihat kebutuhan di sekitar, mengembangkan kreativitas, dan berani memulai dari skala kecil, peluang usaha dapat terus dikembangkan sesuai perubahan kebutuhan masyarakat. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....