Mutiara Pagi Kristen: Salah Paham Iman

  • 29 Apr 2026 15:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Timur - Kesalahpahaman dalam kehidupan iman kerap terjadi karena sudut pandang manusia yang terbatas. Hal ini diangkat dalam Renungan Mutiara Pagi Kristen Pro 1 RRI Rote, Selasa, 7 April 2026, berdasarkan Matius 26:6-13.

Renungan ini dibawakan oleh Pdp. Ansi Danarlin Ndun, S.S., M.Th - Bidang Pengajaran dan Teologia GBI Baa yang mengulas peristiwa Yesus makan bersama para murid di rumah Simon si Kusta. Dalam peristiwa tersebut, seorang perempuan datang dan mengurapi Yesus dengan minyak wangi mahal.

Tindakan itu dinilai sebagai pemborosan oleh para murid, terutama Yudas Iskariot. Penilaian tersebut menunjukkan adanya perbedaan cara pandang antara manusia dan kehendak Tuhan.

Ia menjelaskan, kesalahpahaman terjadi karena para murid melihat peristiwa dari perspektif manusiawi. Mereka tidak memahami bahwa tindakan perempuan itu memiliki makna rohani.

“Para murid tidak melihat bahwa itu adalah persiapan untuk penguburan Yesus,” ujarnya. Ia menambahkan, keterbatasan perspektif membuat seseorang mudah keliru menilai.

Selain itu, para murid juga terjebak pada penilaian berdasarkan nilai uang. Mereka lebih fokus pada harga minyak dibandingkan makna pengorbanan yang dilakukan.

Ia mengatakan, Tuhan tidak melihat besar kecilnya nominal, tetapi ketulusan hati. Hal ini menjadi pembeda utama antara penilaian manusia dan penilaian Tuhan.

Faktor lain yang disoroti adalah kesombongan rohani. Kedekatan para murid dengan Yesus membuat mereka merasa paling memahami kehendak-Nya.

“Kedekatan dengan Tuhan tidak otomatis membuat seseorang memahami isi hati-Nya,” katanya. Ia mengingatkan pentingnya kerendahan hati dalam kehidupan iman. (NLL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....